Minggu, 31 Agustus 2025

MINDFULNESS

 



https://www.youtube.com/watch?v=YEiD29FOLoI

Pada kesempatan ini, saya akan menulis tentang topik “Mindfulness”. Mari kita berkenalan dengan arti, makna, dan definisi dari kata mindfulness tersebut. Berikut ini adalah beberapa definisi mindfulness yang diambil dari berbagai sumber.

Mindfulness adalah kondisi kesadaran yang penuh perhatian, yang timbul dari upaya memperhatikan dengan sengaja momen saat ini, tanpa menghakimi, terhadap pikiran, perasaan, sensasi tubuh, dan lingkungan sekitar. Ini bukan berarti mengosongkan pikiran, tetapi melatih pikiran untuk kembali ke momen sekarang ketika tersesat, seperti menjadi "orang tua" bagi pikiran kita alih-alih membiarkannya mengendalikan kita. 

Kata “Mindfulness” secara etimologis merupakan terjemahan dari kata “Sati” atau dalam Bahasa Sansakerta “Smriti”, yang berarti mengingat atau menyadari salah satu konsep atau ajaran dalam tradisi Budhisme.

Sejak tahun 1970-an kajian psikologi klinis dan psikiatri telah mengembangkan sejumlah terapi berbasis mindfulness untuk membantu orang-orang yang mengalami problem psikologis. Program-program yang didasarkan kepada mindfulness ini, selanjutnya banyak diadopsi di sekolah-sekolah, rumah sakit, panti jompo dan lai-lain.

Pada akhirnya istilah Mindfulness menjadi “Populer” dengan makna yang lebih umum yaitu sebagai cara untuk memusatkan perhatian terhadap apa yang terjadi dengan sadar tanpa adanya penilaian.

Mindfulness dipahami sebagai momen kesadaran saat kita menghadirkan kesadaran penuh untuk apapun yang sedang kita lakukan. Misalnya saat makan, kita merasakan tiap suapan bukan sambil melamun, memainkan Hp,  atau nonton televisi. Saat mencuci, kita merasakan air yang mengalir, menyadari gerakan menggosok dan sebagainya.

Mindfulness dapat dipahami sebagai mode of being atau sebagai cara untuk berinteraksi dengan dunia. Cara tersebut dapat dijelaskan dalam tiga bentuk, yaitu:

  1. Sifat: suatu karakter yang sudah tertanam dalam diri, ketika seseorang mudah terbiasa masuk ke dalam keadaan mindful atau mempunyai kestabilan dan kesadaran jiwa;
  2. Situasi: suatu kondisi ketika seseorang mengalami present-moment awareness (kesadaran penuh pada momen saat ini) atau kondisi jiwa yang menerima apa adanya;
  3. Praktik: latihan untuk mengembangkan perilaku mindful, misalnya dengan melakukan meditasi atau jihad, ijtihad, dan mujahadah.

Sebelum kita jadikan midfullness sebagai mode of being, kita harus mengetahui terlebih dahulu unsur-unsur mindfulness, agar kita tidak salah kaprah dalam mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Ada empat unsur dari mindfulness, unsur-unsur tersebut Adalah sebagai berikut:

1.     Attention atau khusyu (penuh perhatian)

Attention with listening, watching, or considering what naturally exists.

2.     Intention atau ikhlas (jelas maksud dan tujuannya apa)

Purposefully increasing awareness of experience

3.     Presence atau ridha (kita hidup saat ini dan di sini)

Being in the moment here and now

4.     Openness atau hikmah  (terbuka)

Being curious objective and non-judgmental about experience

Selain unsur-unsur di atas, ada juga yang disebut kunci mindfulness. Ada tujuh kunci dari mindfulness yaitu: tidak menghakimi, mempunyai kesabaran, mempunyai kepercayaan, tanpa usaha menolak, penerimaan yang ikhlas, melepaskan, dan memiliki pemikiran pemula.

Di antara ketujuh kunci midfulness tersebut, kunci yang paling penting adalah kunci yang paling akhir yaitu memiliki pemikiran pemula. Mengapa demikian? Mari kita uraikan apa yang dimaksud dengan memiliki pemikiran pemula.

Ide pemikiran pemula ini dikembangkan oleh seorang Zen Master Jepang yang bernama Shunriyu Suzuki. Ide ini mengusir segala ilusi tentang Zen dan jalan meditasi pada umumnya. Tidak ada kesakitan yang perlu diraih. Tidak ada batin yang perlu dibersihkan. Kita hanya perlu untuk melihat kehidupan ini sebgai seorang pemula dari saat ke saat.

Lawan dari pemikiran pemula adalah pemikiran para ahli. Pikiran ahli melihat segala sesuatu dengan teori. Analisis soal baik buruk serta untung rugi terus dilakukan. Ini membuat pikiran penuh dengan kegelisahan dan penderitaaan.

Sebaliknya, pikiran seorang pemula selalu bersih dari analisis. Semua dilihat apa adanya. Tidak ada yang ditambahkan. Tidak ada yang dikurangi. Ini bisa dilakukan dari saat ke saat di dalam hidup.

Pikiran pemula melihat dunia dengan mata yang segar. Di dalamnya terdapat rasa ingin tahu, rasa syukur, dan bahkan kekaguman. Pikiran pemula juga akan membangkitkan kesadaran (awareness). Melihat dunia dengan pikiran pemula berarti melihat dengan kesadaran. Jika hidup dilihat dengan mata kesadaran dari saat ke saat, maka penderitaan dan segala bentuk kegelisahan akan bisa dikelola dengan sehat.

Dengan formula pemikiran pemula ini maka konsep mindfulness akan merujuk pada beberapa sifat yang positif seperti: sadar makna dan tujuan, menikmati proses, olah fisik selain olah pikir, memberikan keseimbangan pada otak, mengembangkan sikap tenang, dan mengembangkan diri sepenuhnya.

Konsep mindfulness ini membutuhkan niat yang lurus serta latihan atau praktik secara intensif. Karena tidak mudah mengaplikasikan konsep midfullness dalam kehidupan nyata, khususnya pada saat ini. Di bawah ini adalah beberapa cara untuk melatih jiwa dan raga kita agar dapat menjalankan konsep mindfulness. yaitu sebagai berikut:

1.      Mengembangkan kreativitas

Kreativitas memberikan pengaruh positif pada kesehatan mental. Saat kreativitas mengalir, di saat itu pula pikiran Anda akan beristirahat. Contoh kreativitas misalnya: menggambar, mewarnai, menanam/berkebun, dan lain sebagainya.

2.      Melakukan olahraga ringan seperti jalan kaki

Sambil berjalan santai, perhatikan suara-suara yang muncul, angin yang berhembus, dan aroma yang hadir di sekitar kita. Simpan ponsel di rumah dan nikmati momen dengan tetap berfokus pada panca indra serta lingkungan sekitar.

3.      Menengok langit saat malam

Keluarlah di saat malam hari tiba. Lihatlah betapa indah alam semesta yang dinaungi langit malam yang tenang dan damai. Bintang-bintang yang jauh di sana seakan memandangi dan menyapa kita dengan hangat. Semua itu akan memberikan energi positif ke dalam tubuh.

4.      Menikmati aktivitas apapun

Berikan fokus pada setiap langkahnya. Misalnya saat menyeduh minuman, rasakan aroma minumannya/masakan yang keluar, uap air panas yang menyatu bersama udara dan rasakan panas cangkir di tangan.

5.      Fokus pada satu hal di satu waktu

Berusahalah fokuskan pikiran pada satu hal di satu waktu. Karena secara ilmu dan fitrah manusia, kita tidak bisa membagi fokus pada dua hal yang berbeda pada satu waktu. Andaikan bisa, kita tidak akan optimal dalam membagi kefokusan pikiran.

6.      Menulis diary

Jika tidak suka dengan tulisan yang panjang dan bertele-tele. Anda cukup membuat semacam “jurnal pribadi” misalnya mencatat tiga hal terbaik yang dialami hari ini.

7.      Meditasi

Untuk sebagian orang cara meditasi adalah cara terbaik dalam memusatkan perhatian dan kesadaran diri. Sebagai muslim meditasi ini bisa berupa berzikir di sepertiga malam, dan bermunajat kepada Allah SWT.

Untuk mengakhiri tulisan ini, saya mengutip kata bijak dari Deepak Chopra (seorang penulis spiritual) “Jangan biarkan satu hari terlewat tanpa bertanya siapa dirimu. Setiap waktu berlalu ada hal baru yang masuk dalam kesadaranmu”. Semoga apa pun yang kita lakukan dan kita usahakan selalu dalam perlindungan Allah SWT. Aamiin Yaa Rabbal’alaamiin. (EAS).

Sabtu, 23 Agustus 2025

Ir. SOEKARNO

 

https://www.lazada.co.id/tag/gambar-soekarno-pidato-berwarna

Kali ini saya akan menuliskan tentang sosok yang tidak asing lagi bagi kita sebagai rakyat Indonesia. Ya, beliau adalah Ir. Soekarno, sang proklamator sekaligus Presiden pertama Republik Indonesia. Saya akan mengutip beberapa tulisan Ir. Soekarno yang pernah beliau tuliskan semasa hidupnya. Beliau memiliki kharisma yang luar biasa, sehingga tidak heran banyak orang dari dalam maupun luar negeri sangat segan dan menghormati keberadaannya. Beliau gagah berani, cerdas, seorang poliglot, penulis, ahli beretorika, sehingga dijuluki sebagai orator ulung. Sungguh membuat saya semakin mengagumi Ir. Soekarno.

Tulisan Ir. Soekarno yang akan saya kutip kali ini berisi beberapa pemikirannya terkait agama Islam. Silakan Anda memahami secara mendalam apa yang sebenarnya ada dalam pikiran serta prinsip hidup yang beliau yakini dalam segi agama Islam. Walaupun tulisan beliau yang saya tuliskan kembali ini tidak sepenuhnya lengkap, setidaknya kita dapat mencoba memahaminya sesuai dengan persepsi dan latar belakang keilmuan masing-masing pembaca.

Mari kita mulai menguraikan beberapa tulisan dari Ir. Soekarno yang, menurut saya, masih relevan dengan situasi dan kondisi saat ini. Berikut beberapa kutipan pemikiran beliau:

1.   Pidato Ir. Soekarno di hadapan Muktamar ke-32 Muhammdiyah di Glora Sukarno, Jakarta, 25 November 1962.

“Ibu adalah meskipun beragama Islam daripada lain, orang Bali. Bapak meskipun beragama Islam beliau adalah beragama, jikalau boleh dinamakan agama Teosofi. Jadi kedua orang tua saya ini yang saya cintai dengan segenap jiwa saya, sebenarnya tidak dapat memberikan pengajaran kepada saya tentang agama Islam.” 

“Aku tak pernah mendapatkan didikan agama yang teratur karena bapak tidak mendalaminya. Aku menemukan sendiri Islam pada usia 15 tahun, ketika aku mengikuti keluarga Pak Tjokro. Masuk satu organisasi agama dan sosial bernama Muhammadiyah. Gedung pertemuannya terletak di seberang rumah kami, di gang Paneleh. Sekali sebulan, dari pukul delapan sampai tengah malam, seratus orang berdesak-desakan mendengarkan pelajaran agama dan ini disusul dengan tanya jawab. Aku mendengarkan dengan penuh perhatian.”

“Ketika aku dipenjara, aku menemukan Islam dengan sungguh-sungguh dan benar. Di dalam penjaralah aku mendapatkan pelajaran agama dan menjadi penganut Islam sesungguhnya.” 

2.   Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat 1966

“Tahun 1926 adalah tahun dimana aku memperoleh kematangan dalam kepercayaan. Aku beranjak berpikir dan berbicara dengan Tuhan. Sekalipun di negeri kami sebagian terbesar rakyatnya beragama Islam, namun konsepku tidak disandarkan semata-mata kepada Tuhannya orang Islam."

"Pada waktu aku melangkah ragu memulai permulaan jalan menuju kepada kepercayaan. Aku tidak melihat Yang Maha Kuasa sebagai Tuhan kepunyaan perseorangan. Menurut jalan pikiranku, maka kemerdekaan seseorang meliputi juga kemerdekaan beragama.” 

3.   Pidato di Sidang BPUPKI, 1 Juni 1945

“Bukan saja bangsa Indonesia Bertuhan, tetapi masing-masing orang Indonesia hendaknya Berketuhanan. Tuhannya sendiri, yang Kristen menyembah Tuhan menurut petunjuk Isa Al-Masih, yang Islam bertuhan menurut petunjuk Nabi Muhammad SAW, orang Budha menjalankan ibadahnya menurut kitab-kitab yang ada padanya."

"Tetapi marilah kita semua bertuhan. Hendaklah negara Indonesia ialah negara yang tiap-tiap orangnya dapat menyembah Tuhannya dengan leluasa.”

“Segenap rakyat bertuhan secara kebudayaan, yakni dengan tiada egoisme-agama. Dan hendaknya negara Indonesia satu negara yang bertuhan. Marilah kita amalkan jalannya agama, baik Islam maupun Kristen dengan cara yang berkeadaban. Apakah cara berkeadaban itu? Ialah hormat-menghormati satu sama lain.” 

4.   Soekarno dalam surat Ende 1936

“Taklid adalah satu sebab terbesar dari kemunduran Islam sekarang ini. Semenjak ada aturan Taklid, di situlah kemunduran Islam cepat sekali. Tak heran! Dimana genius dirantai, Dimana akal pikiran diterungku, di situlah datang kematian.”

“…Saya sendiri sebagai seorang terpelajar, barulah mendapat lebih banyak penghargaan kepada Islam sesudah saya mendapat membaca buku-buku Islam modern scientifik. Apa sebab umumnya kaum terpelajar Indonesia tak senang Islam? Sebagian besar ialah oleh karena Islam tak mau membarengi zaman, karena salahnya orang-orang yang mempropagandakan Islam: mereka kolot, mereka orthodox, mereka anti-pengetahuan dan memang tidak berpengetahuan, takhayul, jumud, menyuruh orang bertaklid saja, menyuruh orang percaya saja mesum mbahnya mesum.”

“Bagi saya anti-taklidisme itu berarti bukan saja kembali kepada Quran dan Hadits, tetapi kembali kepada Quran dan Hadits dengan mengendarai kendaraannya pengetahuan umum.” 

5.   Islam Sontoloyo dalam Pandji Islam 1940

“Islam melarang kita memakan Babi. Islam juga melarang kita menghina kepada si miskin, memakan haknya anak yatim, memfitnah orang lain, dan menyekutukan Tuhan Yang Esa itu. Malahan yang belakangan ini dikatakan dosa terberat, dosa datuknya dosa. Tetapi apa yang kita lihat? Coba Tuan menghina si miskin, makan haknya anak yatim, memfitnah orang lain, musyrik di dalam Tuan punya pikiran dan perbuatan. Maka tidak banyak orang yang menunjuk kepada Tuan dengan jari seraya berkata: Tuan menyalahi Islam."

"Tetapi coba Tuan makan Babi, walau hanya sebesar biji asam pun dan seluruh dunia akan mengatakan Tuan orang kafir."

"Inilah gambaran jiwa Islam sekarang ini, terlalu mementingkan kulit saja, tidak mementingkan isi.” 

6.   Sukarno, “Masyarakat Onta dan Masyarakat Kapal Udara”

“Kita tidak ingat, bahwa masyarakat ini adalah barang yang tidak diam, tidak tetap, tidak “mati”,- tetapi hidup mengalir berobah senantiasa, maju, dinamis, berevolusi. Kita tidak ingat, bahwa Nabi Muhammad SAW sendiri telah menjadikan urusan dunia, menyerahkan kepada kita sendiri perihal urusan dunia, membenarkan segala urusan dunia yang baik dan tidak nyata haram atau makruh. Kita royal sekali dengan perkataan “Kafir”. Kita gemar sekali mencap segala barang baru dengan cap “Kafir”. Pengetahuan Barat-kafir; radio dan kedokteran-kafir; sendok dan garpu dan kursi – kafir; tulisan latin-kafir; yang bergaulan dengan bangsa yang bukan bangsa Islam pun -kafir."

"Padahal apa yang kita namakan Islam? Bukan roh Islam yang berkobar-kobar, bukan amal Islam yang mengagumkan tetapi…..dupa dan karma dan jubah dan celak mata! Siapa yang mukanya angker, siapa yang tangannya bau kemenyan, siapa yang matanya dicelak dan jubahnya panjang dan menggenggam tasbih selalu berputar,-dialah yang kita namakan Islam."

"Astgafirullah, inikah Islam? Inikah agama Allah? Ini? Yang mengkafirkan pengetahuan dan kecerdasan, mengkafirkan radio dan listrik, mengkafirkan kemoderenan dan ke-uptodate-an? Yang mau tinggal mesum sahaja, tinggal kuno sahaja, tinggal terbelakang sahaja, tinggal “naik onta” dan “makan zonder sendok” sahaja, seperti di zaman Nabi-nabi. Islam is progress,- Islam itu kemajuan.”

7.   Salat Iedul Fitri 1383 H/1964 M, di Mesjid baiturrahman, Istana Merdeka, Jakarta.

“Tanah air ini, saudara-saudara diancam bahaya. Tuhan perintahkan kepada kita, Hai buatlah tanah airmu ini terhindar dari bahaya. Tanah air ini adalah satu amanah Tuhan dan diancam tanah air ini oleh bahaya. Kewajiban kita untuk menyelamatkannya dari bahaya.”

Itulah tujuh sumber tulisan Ir. Soekarno mengenai pandangannya terhadap agama Islam. Saya kira, seluruh tulisannya sarat dengan konsep dan makna yang mendalam. Ada satu kutipan dari beliau yang begitu menyentuh, yaitu: “Ada saatnya dalam hidupmu, engkau ingin sendiri saja bersama angin, menceritakan seluruh rahasia, lalu meneteskan air mata.” (Bung Karno, 1933).

Saya ucapkan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang telah menganugerahkan sosok Presiden pertama RI yang begitu luar biasa, baik dalam pandangan Islam maupun dalam sikap kepahlawanannya. Terlepas dari semua jasa-jasa beliau kepada bangsa dan negara, ada hal yang membuat hati ini sedih dan pilu, yaitu sisa hidup beliau yang berakhir tragis di tahanan pemerintah Indonesia. Negeri yang beliau proklamasikan, justru menjadi negeri yang menahan beliau hingga akhir hayatnya. Semoga Allah SWT menempatkan beliau di tempat yang indah di sisi-Nya. Aamiin Yaa Rabbal ‘Aalamiin. (EAS).


Sabtu, 16 Agustus 2025

PEOPLE PLEASER

 

https://www.its.ac.id/news/2024/05/05/people-pleaser-upaya-semu-menyenangkan-semua-orang

Tulisan kali ini akan membahas tentang People Pleaser. Sikap ini merupakan kebalikan dari Self-Love yang telah dibahas pada artikel sebelumnya. Dalam pembahasan ini, kita akan melihat dan memahami definisi, ciri atau karakteristiknya, serta cara menghindari sikap tersebut.

People Pleaser adalah seseorang yang memiliki kecenderungan kuat untuk menyenangkan orang lain, seringkali dengan mengorbankan kebutuhan dan keinginan diri sendiri. Mereka cenderung sulit menolak permintaan, bahkan jika itu merugikan mereka, karena takut akan penolakan, konflik, atau mengecewakan orang lain. Meskipun terlihat baik hati, people pleaser seringkali mengalami stres, kecemasan, dan kelelahan karena terus-menerus berusaha memenuhi harapan orang lain. 

Menurut definisi lain, People Pleaser adalah orang-orang yang selalu ingin menyenangkan orang lain, menjadikan orang lain sebagai tujuan atau pusat hidupnya, sehingga bahkan mengorbankan Kebahagiaan sendiri untuk orang lain, karena menganggap diri sendiri bukan perioritas utama. Mereka menganggap nilai dirinya terletak pada pandangan baik orang lain terhadap dirinya.

Sebenarnya people pleaser adalah julukan informal yang orang gunakan untuk menggambarkan berbagai perilaku, seperti mau mengerjakan pekerjaan orang lain untuk membuat orang tersebut senang, atau berkata-kata manis untuk menyenangkan orang lain.

Beberapa ciri umum dari people pleaser ini adalah: selalu menyenangkan orang lain, menyetujui apapun pendapat/keinginan/permintaan orang lain, kuatir mengecewakan/membuat orang marah, mengabaikan pendapat/kenyamanan pribadi, tidak memiliki banyak waktu luang untuk diri sendiri, membutuhkan pujian untuk merasa berharga, merasa bertanggung jawab atas perasaan orang lain, dan selalu menghindari konflik.

Gambaran seseorang yang mempunyai sikap people pleaser ini biasanya sering bertanya pada dirinya sendiri tentang hal-hal tertentu misalnya: What will they think?, What if I say no?, Will we still be friends?, Will they get mad?, dan I wish I could say no. Apabila dalam bahasa yang kita kenal, tipe people pleaser sering memanifestasikan sikapnya dengan budaya ewuh pakewuh, budaya sungkan, budaya yes-man, dan budaya asal bapak senang.

Sebagian orang sering beranggapan bahwa sikap people pleaser memiliki makna yang sama dengan sikap altruistis. Padahal, keduanya sangat berbeda, meskipun sekilas terlihat memiliki tujuan yang sama, yaitu membantu orang lain. Namun, terdapat perbedaan mendasar di antara keduanya. Mari kita pahami perbedaan tersebut dengan benar.

People pleaser adalah membantu orang lain dengan harapan mendapat balasan seperti yang diinginkan, baik itu sifatnya materi atau finansial ataupun kehormatan dan pengakuan. Sedangkan Altruistis adalah membantu orang lain dengan tidak mengharapkan balasan apapun. Beberapa sikap yang termasuk Altruistis adalah spiritualists, true-friendship, family/parents, dan heroes. Dalam people pleaser mengharapkan balasan, sedangkan pada altruis tidak mengharapkan balasan apapun (ikhlas).

Dengan kata lain, people pleaser berupa inner directed yaitu menyenangkan orang lain agar ia dianggap baik, atau untuk menjaga image baiknya. Sementara altruistis berupa outer directed yaitu demi orang lain di luar dirinya. Sudah pahamkan Anda mengenai perbedaan keduanya?

Beberapa penyebab people pleaser ini di antaranya adalah ketakutan/kekhawatiran, mental rendah diri atau tidak percaya diri, mengikuti sistem sosial yang salah, ketergantungan kepada orang lain secara berlebihan, efek dari lelah lahir batin, sikap self hatred, sering merasa dimanfaatkan, tidak mampu memperbaiki situasi, dan pernah mengecewakan orang lain.

Bagaimana jika sikap people pleaser tanpa disadari telah melekat pada diri kita? Apa yang harus dilakukan? Tentu ada banyak cara untuk menghilangkan sikap tersebut. Saya akan memberikan beberapa langkah agar kita tidak menjadi “alat” bagi orang lain. Adapun cara-cara tersebut adalah sebagai berikut:

1.     Tetapkan Batasmu

Buatlah prioritas hidup, baik itu berupa nilai, tujuan, atau keyakinan kamu. Tetapkan batasan kamu berdasarkan prioritas kamu.

2.     Ambil Waktu

Karena kamu telah menentukan batasanmu, kamu tahu apakah akan menerima permintaan orang lain atau tidak. Jika kamu ragu apakah bantuan itu masih dalam batas kemampuan kamu atau tidak, mintalah waktu untuk berpikir.

3.     Batasi Penawaran

Misalkan kamu setuju untuk melakukan sesuatu, kamu dapat membatasai penawaran kamu. Membatasi penawaran kamu tidak hanya membuat kamu lebih tegas tetapi juga membatasi jumlah pekerjaan yang harus kamu lakukan.

4.     Belajar Mengatakan Tidak

Jika kamu merasa bantuan itu bertentangan dengan nilai, kamu katakan “tidak” kepada pemohon. Berikan alasan yang valid dan relevan untuk pernyataan “tidak”, agar kamu mudah menyampaikannya kepada pemohon.

5.     Nyatakan Preferensimu

Ekspresikan preferensi atau pendapat kamu dengan jujur. Meski tidak berarti mengabaikan preferensi orang lain dan memaksakan preferensimu sendiri. Nyatakan saja posisi kamu, dan biarkan diskusi yang bersahabat atau mufakat untuk menentukan hasilnya.

Kelima cara di atas tidak mungkin terjadi apabila kita tidak berani memulainya hari ini. Jika tidak segera dimulai dari sekarang, ditambah dengan keberanian yang besar, maka selamanya kita akan menjadi people pleaser. Tentunya, orang lain akan mengenal kita dengan label sebagai orang yang mudah dimanfaatkan dalam segala urusan, termasuk urusan pekerjaan.

Saya akan menuliskan beberapa kata bijak, agar kita dapat meyakinkan diri dan terlepas dari sifat people pleaser. Silakan Anda pahami keseluruhan arti dari kalimat-kalimat bijak tersebut.

a.     Saat kamu katakan “Ya” kepada orang lain, pastikan engkau tidak berkata “Tidak” kepada dirimu sendiri. (Paulo Coehlo).

b.     Pedulikan pikiran orang lain, dan engkau akan selalu menjadi tawanan mereka. (Lao Tzu).

c.     Ketika seseorang percaya diri, ia tidak akan berusaha meyakinkan orang lain. Ketika seseorang nyaman dengan dirinya, ia tidak memerlukan persetujuan orang lain. Ketika seseorang menerima dirinya, seluruh dunia akan menerimanya. (Lao Tzu).

d.   Kalau engkau mencoba menyenangkan semua orang, sebenarnya engkau tidak menyenangkan siapapun. (Aesop).

e.     Satu-satunya jalan menghindari kritik adalah: jangan melakukan apapun, jangan berkata apapun, dan jangan menjadi siapapun. (Aristoteles).

f.      To be yourself in a world that is constanly trying to make you something else is the greatest accomplishment. (Ralph Waldo Emerson).

g.     You have brains in your head. You have feet in your shoes. You can steer yourself any direction you choose. You are on your own. And you know what you know. And you are the one who’ll decide where to go…(Dr. Seuss).

Selain kata-kata bijak di atas, ada juga beberapa kebenaran yang memang mutlak terjadi di dunia ini. Kebenaran yang sesungguhnya nyata dan benar-benar terjadi. Di antara fakta kebenaran itu adalah sebagai berikut:

1.     Even GOD can’t please everyone.

2.     I don’t need anyone approval to be happy

3.     What seem so important is only temporary.

4.     I only have to please one: GOD.

5.     GOD shape me to be me, not someone else.

Itulah beberapa penjelasan tentang people pleaser beserta cara-cara untuk mengatasinya. Memang tidak mudah mengubah sikap dari A menjadi B, karena dibutuhkan pengorbanan, perjuangan, serta dukungan dari orang-orang yang mencintai kita. Namun, sedikit demi sedikit usaha yang dijalankan dengan tulus dan ikhlas akan membuahkan hasil yang memuaskan. Lepaskanlah diri kita dari segala keterikatan atau kemelekatan terhadap sesama makhluk, cukup keterikatan ini hanya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Semoga Allah SWT memberikan kita manfaat dan kebaikan dari tulisan ini. Aamiin Yaa Rabbal’alaamiin. (EAS).

Minggu, 10 Agustus 2025

SELF LOVE

 

https://www.vecteezy.com/vector-art/27605299-self-love-vector-illustration-with-women-love-yourself

Mengawali tulisan ini, kita dihadapkan pada satu kalimat bijak: “Jatuh cinta kepada diri sendiri adalah rahasia pertama kebahagiaan.” Kalimat ini bukan sekadar motivasi manis, melainkan sebuah prinsip hidup yang sering diabaikan. Banyak orang terjebak dalam upaya menyenangkan orang lain, mengejar standar eksternal, atau membandingkan diri tanpa henti, hingga lupa bahwa kebahagiaan sejati dimulai dari dalam diri.

Apa itu self love? Mengapa kita perlu mencintai diri sendiri, dan apa yang membuatnya begitu penting? Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini akan membuka mata kita bahwa self-love bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan. Mari kita pahami bersama melalui penjelasan di bawah ini.

Self love adalah tindakan mencintai diri sendiri, yang mencakup penerimaan diri, penghargaan, dan perawatan diri. Ini adalah sikap positif terhadap diri sendiri yang melibatkan pemahaman akan kelebihan dan kekurangan, serta memberikan perhatian pada kebutuhan fisik, psikologis, dan spiritual. Self-love bukan berarti egois, melainkan sebuah kondisi apresiasi diri yang mendorong pertumbuhan dan kesejahteraan individu. Self-love sangat penting untuk kesehatan mental dan kesejahteraan secara keseluruhan. Ketika seseorang mencintai dirinya sendiri, ia lebih mampu menghadapi tantangan hidup, membangun hubungan yang sehat, dan mencapai kebahagiaan. 

Selain makna di atas, self love atau cinta diri bermakna sebagai suatu kemampuan yang dimiliki seseorang untuk menerima diri sendiri, termasuk merasa puas dan bangga terhadap apa yang ada pada dirinya.

Ada beberapa manisfestasi dari self love yang dapat kita rasakan dalam diri, yaitu sebagai berikut:

1.     Self-Awareness adalah menyadari diri tentang kondisi diri, baik itu kelebihan maupun kekurangan diri.

2.     Self-Worth adalah memahami dengan baik tentang nilai diri, paham bahwa manusia adalah makhluk ciptaan terbaik dan berharga dari Allah SWT.

3.     Self-Esteem adalah mempunyai kebanggan diri terhadap semua yang ada dalam diri.

4.     Self-Care adalah peduli dengan dirinya sendiri, bahwa tubuh ini sangat istimewa anugerah dan titipan dari Allah SWT.

5.     Self-Assesment adalah mau melakukan evaluasi diri atau muhasabah terhadap segala yang sudah diri lakukan, dan ikhlas menerima saran dari orang yang dapat dipercaya.

6.     Self-Refinement adalah selalu memperbaiki diri agar menjadi diri yang lebih baik.

Terlepas dari pembahasan di atas, sebagai manusia biasa kita sering kali menyalahkan diri sendiri atas apa yang terjadi di masa lalu. Terlebih, jika keputusan yang kita ambil saat itu justru menjadi bumerang, bahkan berujung pada kekacauan dan malapetaka. Rasanya begitu sulit memaafkan kesalahan diri sendiri, apalagi jika kita pernah menyakiti orang yang dicintai atau mengecewakan orang lain yang tidak bersalah. Penyesalan itu kerap melahirkan rasa marah dan benci pada diri sendiri, yang pada akhirnya hanya menyiksa batin. Namun demikian, kemarahan dan penyesalan tidak akan bermanfaat jika tidak diiringi dengan muhasabah dan bermunajat kepada Allah SWT atas segala kesalahan dan dosa di masa lalu. Pada akhirnya, kita wajib memaafkan kesalahan yang telah diperbuat oleh diri sendiri.

Melalui konsep self-love, saya yakin setiap orang akan mampu kembali mencintai dirinya sendiri dan memaafkan kesalahan yang pernah dilakukan di masa lalu. Sebagaimana kita diwajibkan memaafkan kesalahan orang lain terhadap diri kita, demikian pula kita harus memaafkan kesalahan diri sendiri. Jangan sampai kita menjadi musuh bagi diri sendiri.

Cara mempraktikkan konsep self-love memerlukan strategi yang tepat. Beberapa strategi yang dapat kita lakukan antara lain: memaafkan diri, bersikap baik kepada diri sendiri, mengambil kembali kendali atas hidup, bertindak sesuai dengan kebutuhan kita, berkomitmen untuk mencintai diri sendiri, memerhatikan apa yang kita rasakan, melatih rasa syukur setiap hari, mengelilingi diri dengan orang-orang yang suportif dan peduli, memberikan hadiah untuk diri sendiri, serta membiasakan afirmasi positif setiap saat.

Namun konsep self love ini berbeda dengan konsep “narcisisme” ataupun “egoisme”. Dimanakah letak perbedaanya? Agar kita tidak salah dalam memahami self love, mari kita lihat arti narcisisme dan egoisme.

Narcisisme adalah sikap mengagumi diri sendiri secara berlebihan, menganggap dirinya yang paling penting, ingin selalu dikagumi dan menjadi pusat perhatian, serta sensitif terhadap kritik. Sedangkan Egoisme adalah sikap mementingkan diri sendiri, dan menuntut orang lain menjalani hidupnya yang sesuai, menguntungkan atau menyenangkan kita.  Yang harus digaris bawahi dari konsep self love ini adalah sikap yang dapat melahirkan empati dan kepekaan terhadap orang lain. Cinta diri akan membentuk diri menjadi pribadi yang peduli terhadap orang lain.

Dalam self love atau cinta diri terdapat batasan-batasan yang harus kita perhatikan agar tidak tergelincir pada sikap  narcisisme dan egoisme. Saya mengambil kata-kata bijak dari beberapa tokoh dunia diantaranya:

1.     Aristoteles

Mencintai diri sendiri untuk mencapai keuntungan pribadi yang tidak beralasan itu buruk, tetapi mereka mencintai diri sendiri untuk mencapai prinsip-prinsip yang bajik adalah jenis kebaikan terbaik. Jenis cinta yang pertama adalah jauh lebih umum daripada yang terakhir.

2.     Cicero

Pecinta dirinya sendiri tanpa saingan ditakdirkan untuk berakhir dengan kegagalan.

3.     Francis Bacon

Pecinta diri yang ekstrim sama dengan membakar rumah mereka sendiri, hanya untuk membakar sebutir telur.

4.     Erich Fromm

Cinta diri sendiri berlawanan dengan mementingkan diri sendiri. orang yang mementingkan diri sendiri, mengabaikan orang lain, menunjukkan ia tidak cinta diri. Karena ia tidak tahu dorongan eksistensial dirinya untuk “mencintai”. Ia hanya menutupi dan mengkompensasi kegagalannya untuk memahami diri secara benar.

5.     Imam Ghazali

Menyayangi diri sendiri itu sama dengan menyelamatkan dirinya sendiri dari azab Allah dengan menjauhi dosa, taubat, melakukan amal saleh, ikhlas sebelum menyelamatkan orang lain.

Setelah membaca dan memahami seluruh konsep self-love beserta penjelasannya, saya yakin Anda akan dapat melihat dengan jelas keuntungan dan kerugian dari sikap self-love ini. Dengan begitu, pemahaman kita tidak akan kabur atau samar sehingga keliru membedakan antara self-love dengan sikap narsisisme atau egoisme.

Pada akhir tulisan ini, saya mengajak Anda semua untuk lebih mencintai diri sendiri, beserta segala kelebihan dan kekurangannya. Percayalah, setiap kekurangan dalam diri dapat terus diperbaiki untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Kita diciptakan oleh Sang Maha Pencipta dengan maksud dan tujuan yang sangat mulia serta istimewa. Semoga kita semua menjadi manusia yang senantiasa bersyukur kepada Allah SWT atas qada dan qadar yang telah ditetapkan-Nya. Semakin aku memahami diriku, semakin aku mengagumi kebesaran-Nya. (EAS).

FILSAFAT CINTA ── ERICH FROMM

  https://www.liputan6.com/feeds/read/5877045/teori-kepribadian-erich-fromm Tulisan ini akan saya awali dengan sebuah kalimat: ‘Love is an a...