https://www.youtube.com/watch?v=YEiD29FOLoI
Pada kesempatan ini, saya akan menulis tentang topik “Mindfulness”.
Mari kita berkenalan dengan arti, makna, dan definisi dari kata mindfulness
tersebut. Berikut ini adalah beberapa definisi mindfulness yang diambil
dari berbagai sumber.
Mindfulness adalah kondisi kesadaran yang penuh perhatian,
yang timbul dari upaya memperhatikan dengan sengaja momen saat ini, tanpa
menghakimi, terhadap pikiran, perasaan, sensasi tubuh, dan lingkungan
sekitar. Ini bukan berarti mengosongkan pikiran, tetapi melatih pikiran
untuk kembali ke momen sekarang ketika tersesat, seperti menjadi "orang
tua" bagi pikiran kita alih-alih membiarkannya mengendalikan kita.
Kata “Mindfulness” secara etimologis merupakan terjemahan dari kata
“Sati” atau dalam Bahasa Sansakerta “Smriti”, yang berarti mengingat atau
menyadari salah satu konsep atau ajaran dalam tradisi Budhisme.
Sejak tahun 1970-an kajian psikologi klinis dan psikiatri telah
mengembangkan sejumlah terapi berbasis mindfulness untuk membantu
orang-orang yang mengalami problem psikologis. Program-program yang didasarkan
kepada mindfulness ini, selanjutnya banyak diadopsi di sekolah-sekolah,
rumah sakit, panti jompo dan lai-lain.
Pada akhirnya istilah Mindfulness menjadi “Populer” dengan
makna yang lebih umum yaitu sebagai cara untuk memusatkan perhatian terhadap
apa yang terjadi dengan sadar tanpa adanya penilaian.
Mindfulness dipahami
sebagai momen kesadaran saat kita menghadirkan kesadaran penuh untuk apapun
yang sedang kita lakukan. Misalnya saat makan, kita merasakan tiap suapan bukan
sambil melamun, memainkan Hp, atau
nonton televisi. Saat mencuci, kita merasakan air yang mengalir, menyadari gerakan
menggosok dan sebagainya.
Mindfulness dapat dipahami sebagai mode
of being atau sebagai cara untuk berinteraksi dengan dunia. Cara tersebut
dapat dijelaskan dalam tiga bentuk, yaitu:
- Sifat: suatu karakter yang sudah tertanam dalam diri, ketika seseorang
mudah terbiasa masuk ke dalam keadaan mindful atau mempunyai
kestabilan dan kesadaran jiwa;
- Situasi: suatu kondisi ketika seseorang mengalami present-moment
awareness (kesadaran penuh pada momen saat ini) atau kondisi jiwa yang
menerima apa adanya;
- Praktik: latihan untuk mengembangkan perilaku mindful, misalnya dengan melakukan meditasi atau jihad, ijtihad, dan mujahadah.
Sebelum kita jadikan midfullness sebagai mode of being,
kita harus mengetahui terlebih dahulu unsur-unsur mindfulness, agar kita tidak
salah kaprah dalam mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Ada empat unsur
dari mindfulness, unsur-unsur tersebut Adalah sebagai berikut:
1.
Attention atau khusyu
(penuh perhatian)
Attention with listening, watching, or considering what naturally
exists.
2.
Intention atau ikhlas (jelas
maksud dan tujuannya apa)
Purposefully increasing awareness of experience
3.
Presence atau ridha (kita
hidup saat ini dan di sini)
Being in the moment here and now
4.
Openness atau hikmah
(terbuka)
Being curious objective and non-judgmental about experience
Selain unsur-unsur di atas, ada juga yang disebut kunci mindfulness.
Ada tujuh kunci dari mindfulness yaitu: tidak menghakimi, mempunyai
kesabaran, mempunyai kepercayaan, tanpa usaha menolak, penerimaan yang ikhlas,
melepaskan, dan memiliki pemikiran pemula.
Di antara ketujuh kunci midfulness tersebut, kunci yang
paling penting adalah kunci yang paling akhir yaitu memiliki pemikiran pemula. Mengapa
demikian? Mari kita uraikan apa yang dimaksud dengan memiliki pemikiran pemula.
Ide pemikiran pemula ini dikembangkan oleh seorang Zen Master
Jepang yang bernama Shunriyu Suzuki. Ide ini mengusir segala ilusi
tentang Zen dan jalan meditasi pada umumnya. Tidak ada kesakitan yang perlu
diraih. Tidak ada batin yang perlu dibersihkan. Kita hanya perlu untuk melihat
kehidupan ini sebgai seorang pemula dari saat ke saat.
Lawan dari pemikiran pemula adalah pemikiran para ahli. Pikiran ahli
melihat segala sesuatu dengan teori. Analisis soal baik buruk serta untung rugi
terus dilakukan. Ini membuat pikiran penuh dengan kegelisahan dan penderitaaan.
Sebaliknya, pikiran seorang pemula selalu bersih dari analisis. Semua
dilihat apa adanya. Tidak ada yang ditambahkan. Tidak ada yang dikurangi. Ini bisa
dilakukan dari saat ke saat di dalam hidup.
Pikiran pemula melihat dunia dengan mata yang segar. Di dalamnya
terdapat rasa ingin tahu, rasa syukur, dan bahkan kekaguman. Pikiran pemula
juga akan membangkitkan kesadaran (awareness). Melihat dunia dengan
pikiran pemula berarti melihat dengan kesadaran. Jika hidup dilihat dengan mata
kesadaran dari saat ke saat, maka penderitaan dan segala bentuk kegelisahan
akan bisa dikelola dengan sehat.
Dengan formula pemikiran pemula ini maka konsep mindfulness akan
merujuk pada beberapa sifat yang positif seperti: sadar makna dan tujuan, menikmati
proses, olah fisik selain olah pikir, memberikan keseimbangan pada otak,
mengembangkan sikap tenang, dan mengembangkan diri sepenuhnya.
Konsep mindfulness ini membutuhkan niat yang lurus serta latihan
atau praktik secara intensif. Karena tidak mudah mengaplikasikan konsep midfullness
dalam kehidupan nyata, khususnya pada saat ini. Di bawah ini adalah beberapa
cara untuk melatih jiwa dan raga kita agar dapat menjalankan konsep mindfulness.
yaitu sebagai berikut:
1.
Mengembangkan kreativitas
Kreativitas memberikan
pengaruh positif pada kesehatan mental. Saat kreativitas mengalir, di saat itu
pula pikiran Anda akan beristirahat. Contoh kreativitas misalnya: menggambar,
mewarnai, menanam/berkebun, dan lain sebagainya.
2.
Melakukan olahraga ringan seperti jalan kaki
Sambil berjalan
santai, perhatikan suara-suara yang muncul, angin yang berhembus, dan aroma
yang hadir di sekitar kita. Simpan ponsel di rumah dan nikmati momen dengan
tetap berfokus pada panca indra serta lingkungan sekitar.
3.
Menengok langit saat malam
Keluarlah di
saat malam hari tiba. Lihatlah betapa indah alam semesta yang dinaungi langit
malam yang tenang dan damai. Bintang-bintang yang jauh di sana seakan
memandangi dan menyapa kita dengan hangat. Semua itu akan memberikan energi
positif ke dalam tubuh.
4.
Menikmati aktivitas apapun
Berikan fokus
pada setiap langkahnya. Misalnya saat menyeduh minuman, rasakan aroma
minumannya/masakan yang keluar, uap air panas yang menyatu bersama udara dan
rasakan panas cangkir di tangan.
5.
Fokus pada satu hal di satu waktu
Berusahalah fokuskan pikiran pada satu hal di satu waktu. Karena secara ilmu dan fitrah manusia, kita tidak bisa membagi fokus pada dua hal yang berbeda pada satu waktu. Andaikan bisa, kita tidak akan optimal dalam membagi kefokusan pikiran.
6.
Menulis diary
Jika tidak suka
dengan tulisan yang panjang dan bertele-tele. Anda cukup membuat semacam “jurnal
pribadi” misalnya mencatat tiga hal terbaik yang dialami hari ini.
7.
Meditasi
Untuk sebagian
orang cara meditasi adalah cara terbaik dalam memusatkan perhatian dan
kesadaran diri. Sebagai muslim meditasi ini bisa berupa berzikir di sepertiga
malam, dan bermunajat kepada Allah SWT.
Untuk mengakhiri tulisan ini, saya mengutip kata bijak dari Deepak
Chopra (seorang penulis spiritual) “Jangan biarkan satu hari terlewat
tanpa bertanya siapa dirimu. Setiap waktu berlalu ada hal baru yang masuk dalam
kesadaranmu”. Semoga apa pun yang kita lakukan dan kita usahakan selalu
dalam perlindungan Allah SWT. Aamiin Yaa Rabbal’alaamiin. (EAS).