https://www.vecteezy.com/vector-art/27605299-self-love-vector-illustration-with-women-love-yourself
Mengawali tulisan ini, kita dihadapkan pada satu kalimat bijak: “Jatuh
cinta kepada diri sendiri adalah rahasia pertama kebahagiaan.” Kalimat ini
bukan sekadar motivasi manis, melainkan sebuah prinsip hidup yang sering
diabaikan. Banyak orang terjebak dalam upaya menyenangkan orang lain, mengejar
standar eksternal, atau membandingkan diri tanpa henti, hingga lupa bahwa
kebahagiaan sejati dimulai dari dalam diri.
Apa itu self love? Mengapa kita perlu mencintai diri
sendiri, dan apa yang membuatnya begitu penting? Jawaban dari
pertanyaan-pertanyaan ini akan membuka mata kita bahwa self-love bukan
sekadar tren, melainkan kebutuhan. Mari kita pahami bersama melalui penjelasan
di bawah ini.
Self love adalah tindakan
mencintai diri sendiri, yang mencakup penerimaan diri, penghargaan, dan
perawatan diri. Ini adalah sikap positif terhadap diri sendiri yang
melibatkan pemahaman akan kelebihan dan kekurangan, serta memberikan perhatian
pada kebutuhan fisik, psikologis, dan spiritual. Self-love bukan berarti
egois, melainkan sebuah kondisi apresiasi diri yang mendorong pertumbuhan dan
kesejahteraan individu. Self-love
sangat penting untuk kesehatan mental dan kesejahteraan secara
keseluruhan. Ketika seseorang mencintai dirinya sendiri, ia lebih mampu
menghadapi tantangan hidup, membangun hubungan yang sehat, dan mencapai
kebahagiaan.
Selain makna di atas, self love atau cinta diri bermakna
sebagai suatu kemampuan yang dimiliki seseorang untuk menerima diri sendiri,
termasuk merasa puas dan bangga terhadap apa yang ada pada dirinya.
Ada beberapa manisfestasi dari self love yang dapat kita rasakan
dalam diri, yaitu sebagai berikut:
1.
Self-Awareness adalah menyadari
diri tentang kondisi diri, baik itu kelebihan maupun kekurangan diri.
2.
Self-Worth adalah memahami
dengan baik tentang nilai diri, paham bahwa manusia adalah makhluk ciptaan
terbaik dan berharga dari Allah SWT.
3.
Self-Esteem adalah mempunyai
kebanggan diri terhadap semua yang ada dalam diri.
4.
Self-Care adalah peduli
dengan dirinya sendiri, bahwa tubuh ini sangat istimewa anugerah dan titipan dari
Allah SWT.
5.
Self-Assesment adalah mau
melakukan evaluasi diri atau muhasabah terhadap segala yang sudah diri lakukan,
dan ikhlas menerima saran dari orang yang dapat dipercaya.
6. Self-Refinement adalah selalu memperbaiki diri agar menjadi diri yang lebih baik.
Terlepas dari pembahasan di atas, sebagai manusia biasa kita sering
kali menyalahkan diri sendiri atas apa yang terjadi di masa lalu. Terlebih,
jika keputusan yang kita ambil saat itu justru menjadi bumerang, bahkan
berujung pada kekacauan dan malapetaka. Rasanya begitu sulit memaafkan
kesalahan diri sendiri, apalagi jika kita pernah menyakiti orang yang dicintai
atau mengecewakan orang lain yang tidak bersalah. Penyesalan itu kerap
melahirkan rasa marah dan benci pada diri sendiri, yang pada akhirnya hanya
menyiksa batin. Namun demikian, kemarahan dan penyesalan tidak akan bermanfaat
jika tidak diiringi dengan muhasabah dan bermunajat kepada Allah SWT atas
segala kesalahan dan dosa di masa lalu. Pada akhirnya, kita wajib memaafkan
kesalahan yang telah diperbuat oleh diri sendiri.
Melalui konsep self-love, saya yakin setiap orang akan mampu
kembali mencintai dirinya sendiri dan memaafkan kesalahan yang pernah dilakukan
di masa lalu. Sebagaimana kita diwajibkan memaafkan kesalahan orang lain
terhadap diri kita, demikian pula kita harus memaafkan kesalahan diri sendiri.
Jangan sampai kita menjadi musuh bagi diri sendiri.
Cara mempraktikkan konsep self-love memerlukan strategi yang
tepat. Beberapa strategi yang dapat kita lakukan antara lain: memaafkan diri,
bersikap baik kepada diri sendiri, mengambil kembali kendali atas hidup,
bertindak sesuai dengan kebutuhan kita, berkomitmen untuk mencintai diri sendiri,
memerhatikan apa yang kita rasakan, melatih rasa syukur setiap hari,
mengelilingi diri dengan orang-orang yang suportif dan peduli, memberikan
hadiah untuk diri sendiri, serta membiasakan afirmasi positif setiap saat.
Namun konsep self love ini berbeda dengan konsep “narcisisme”
ataupun “egoisme”. Dimanakah letak perbedaanya? Agar kita tidak salah dalam
memahami self love, mari kita lihat arti narcisisme dan egoisme.
Narcisisme adalah sikap mengagumi diri sendiri secara berlebihan,
menganggap dirinya yang paling penting, ingin selalu dikagumi dan menjadi pusat
perhatian, serta sensitif terhadap kritik. Sedangkan Egoisme adalah sikap mementingkan
diri sendiri, dan menuntut orang lain menjalani hidupnya yang sesuai, menguntungkan
atau menyenangkan kita. Yang harus
digaris bawahi dari konsep self love ini adalah sikap yang dapat
melahirkan empati dan kepekaan terhadap orang lain. Cinta diri akan membentuk
diri menjadi pribadi yang peduli terhadap orang lain.
Dalam self love atau cinta diri terdapat batasan-batasan
yang harus kita perhatikan agar tidak tergelincir pada sikap narcisisme dan egoisme. Saya mengambil kata-kata
bijak dari beberapa tokoh dunia diantaranya:
1.
Aristoteles
Mencintai diri
sendiri untuk mencapai keuntungan pribadi yang tidak beralasan itu buruk,
tetapi mereka mencintai diri sendiri untuk mencapai prinsip-prinsip yang bajik
adalah jenis kebaikan terbaik. Jenis cinta yang pertama adalah jauh lebih umum daripada
yang terakhir.
2.
Cicero
Pecinta dirinya
sendiri tanpa saingan ditakdirkan untuk berakhir dengan kegagalan.
3.
Francis Bacon
Pecinta diri
yang ekstrim sama dengan membakar rumah mereka sendiri, hanya untuk membakar
sebutir telur.
4.
Erich Fromm
Cinta diri
sendiri berlawanan dengan mementingkan diri sendiri. orang yang mementingkan
diri sendiri, mengabaikan orang lain, menunjukkan ia tidak cinta diri. Karena ia
tidak tahu dorongan eksistensial dirinya untuk “mencintai”. Ia hanya menutupi
dan mengkompensasi kegagalannya untuk memahami diri secara benar.
5.
Imam Ghazali
Menyayangi diri sendiri itu sama
dengan menyelamatkan dirinya sendiri dari azab Allah dengan menjauhi dosa,
taubat, melakukan amal saleh, ikhlas sebelum menyelamatkan orang lain.
Setelah membaca dan memahami seluruh konsep self-love
beserta penjelasannya, saya yakin Anda akan dapat melihat dengan jelas
keuntungan dan kerugian dari sikap self-love ini. Dengan begitu,
pemahaman kita tidak akan kabur atau samar sehingga keliru membedakan antara self-love
dengan sikap narsisisme atau egoisme.
Pada akhir tulisan ini, saya mengajak Anda semua untuk lebih
mencintai diri sendiri, beserta segala kelebihan dan kekurangannya. Percayalah,
setiap kekurangan dalam diri dapat terus diperbaiki untuk menjadi pribadi yang
lebih baik lagi. Kita diciptakan oleh Sang Maha Pencipta dengan maksud dan
tujuan yang sangat mulia serta istimewa. Semoga kita semua menjadi manusia yang
senantiasa bersyukur kepada Allah SWT atas qada dan qadar yang telah
ditetapkan-Nya. Semakin aku memahami diriku, semakin aku mengagumi
kebesaran-Nya. (EAS).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar