Minggu, 10 Agustus 2025

SELF LOVE

 

https://www.vecteezy.com/vector-art/27605299-self-love-vector-illustration-with-women-love-yourself

Mengawali tulisan ini, kita dihadapkan pada satu kalimat bijak: “Jatuh cinta kepada diri sendiri adalah rahasia pertama kebahagiaan.” Kalimat ini bukan sekadar motivasi manis, melainkan sebuah prinsip hidup yang sering diabaikan. Banyak orang terjebak dalam upaya menyenangkan orang lain, mengejar standar eksternal, atau membandingkan diri tanpa henti, hingga lupa bahwa kebahagiaan sejati dimulai dari dalam diri.

Apa itu self love? Mengapa kita perlu mencintai diri sendiri, dan apa yang membuatnya begitu penting? Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini akan membuka mata kita bahwa self-love bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan. Mari kita pahami bersama melalui penjelasan di bawah ini.

Self love adalah tindakan mencintai diri sendiri, yang mencakup penerimaan diri, penghargaan, dan perawatan diri. Ini adalah sikap positif terhadap diri sendiri yang melibatkan pemahaman akan kelebihan dan kekurangan, serta memberikan perhatian pada kebutuhan fisik, psikologis, dan spiritual. Self-love bukan berarti egois, melainkan sebuah kondisi apresiasi diri yang mendorong pertumbuhan dan kesejahteraan individu. Self-love sangat penting untuk kesehatan mental dan kesejahteraan secara keseluruhan. Ketika seseorang mencintai dirinya sendiri, ia lebih mampu menghadapi tantangan hidup, membangun hubungan yang sehat, dan mencapai kebahagiaan. 

Selain makna di atas, self love atau cinta diri bermakna sebagai suatu kemampuan yang dimiliki seseorang untuk menerima diri sendiri, termasuk merasa puas dan bangga terhadap apa yang ada pada dirinya.

Ada beberapa manisfestasi dari self love yang dapat kita rasakan dalam diri, yaitu sebagai berikut:

1.     Self-Awareness adalah menyadari diri tentang kondisi diri, baik itu kelebihan maupun kekurangan diri.

2.     Self-Worth adalah memahami dengan baik tentang nilai diri, paham bahwa manusia adalah makhluk ciptaan terbaik dan berharga dari Allah SWT.

3.     Self-Esteem adalah mempunyai kebanggan diri terhadap semua yang ada dalam diri.

4.     Self-Care adalah peduli dengan dirinya sendiri, bahwa tubuh ini sangat istimewa anugerah dan titipan dari Allah SWT.

5.     Self-Assesment adalah mau melakukan evaluasi diri atau muhasabah terhadap segala yang sudah diri lakukan, dan ikhlas menerima saran dari orang yang dapat dipercaya.

6.     Self-Refinement adalah selalu memperbaiki diri agar menjadi diri yang lebih baik.

Terlepas dari pembahasan di atas, sebagai manusia biasa kita sering kali menyalahkan diri sendiri atas apa yang terjadi di masa lalu. Terlebih, jika keputusan yang kita ambil saat itu justru menjadi bumerang, bahkan berujung pada kekacauan dan malapetaka. Rasanya begitu sulit memaafkan kesalahan diri sendiri, apalagi jika kita pernah menyakiti orang yang dicintai atau mengecewakan orang lain yang tidak bersalah. Penyesalan itu kerap melahirkan rasa marah dan benci pada diri sendiri, yang pada akhirnya hanya menyiksa batin. Namun demikian, kemarahan dan penyesalan tidak akan bermanfaat jika tidak diiringi dengan muhasabah dan bermunajat kepada Allah SWT atas segala kesalahan dan dosa di masa lalu. Pada akhirnya, kita wajib memaafkan kesalahan yang telah diperbuat oleh diri sendiri.

Melalui konsep self-love, saya yakin setiap orang akan mampu kembali mencintai dirinya sendiri dan memaafkan kesalahan yang pernah dilakukan di masa lalu. Sebagaimana kita diwajibkan memaafkan kesalahan orang lain terhadap diri kita, demikian pula kita harus memaafkan kesalahan diri sendiri. Jangan sampai kita menjadi musuh bagi diri sendiri.

Cara mempraktikkan konsep self-love memerlukan strategi yang tepat. Beberapa strategi yang dapat kita lakukan antara lain: memaafkan diri, bersikap baik kepada diri sendiri, mengambil kembali kendali atas hidup, bertindak sesuai dengan kebutuhan kita, berkomitmen untuk mencintai diri sendiri, memerhatikan apa yang kita rasakan, melatih rasa syukur setiap hari, mengelilingi diri dengan orang-orang yang suportif dan peduli, memberikan hadiah untuk diri sendiri, serta membiasakan afirmasi positif setiap saat.

Namun konsep self love ini berbeda dengan konsep “narcisisme” ataupun “egoisme”. Dimanakah letak perbedaanya? Agar kita tidak salah dalam memahami self love, mari kita lihat arti narcisisme dan egoisme.

Narcisisme adalah sikap mengagumi diri sendiri secara berlebihan, menganggap dirinya yang paling penting, ingin selalu dikagumi dan menjadi pusat perhatian, serta sensitif terhadap kritik. Sedangkan Egoisme adalah sikap mementingkan diri sendiri, dan menuntut orang lain menjalani hidupnya yang sesuai, menguntungkan atau menyenangkan kita.  Yang harus digaris bawahi dari konsep self love ini adalah sikap yang dapat melahirkan empati dan kepekaan terhadap orang lain. Cinta diri akan membentuk diri menjadi pribadi yang peduli terhadap orang lain.

Dalam self love atau cinta diri terdapat batasan-batasan yang harus kita perhatikan agar tidak tergelincir pada sikap  narcisisme dan egoisme. Saya mengambil kata-kata bijak dari beberapa tokoh dunia diantaranya:

1.     Aristoteles

Mencintai diri sendiri untuk mencapai keuntungan pribadi yang tidak beralasan itu buruk, tetapi mereka mencintai diri sendiri untuk mencapai prinsip-prinsip yang bajik adalah jenis kebaikan terbaik. Jenis cinta yang pertama adalah jauh lebih umum daripada yang terakhir.

2.     Cicero

Pecinta dirinya sendiri tanpa saingan ditakdirkan untuk berakhir dengan kegagalan.

3.     Francis Bacon

Pecinta diri yang ekstrim sama dengan membakar rumah mereka sendiri, hanya untuk membakar sebutir telur.

4.     Erich Fromm

Cinta diri sendiri berlawanan dengan mementingkan diri sendiri. orang yang mementingkan diri sendiri, mengabaikan orang lain, menunjukkan ia tidak cinta diri. Karena ia tidak tahu dorongan eksistensial dirinya untuk “mencintai”. Ia hanya menutupi dan mengkompensasi kegagalannya untuk memahami diri secara benar.

5.     Imam Ghazali

Menyayangi diri sendiri itu sama dengan menyelamatkan dirinya sendiri dari azab Allah dengan menjauhi dosa, taubat, melakukan amal saleh, ikhlas sebelum menyelamatkan orang lain.

Setelah membaca dan memahami seluruh konsep self-love beserta penjelasannya, saya yakin Anda akan dapat melihat dengan jelas keuntungan dan kerugian dari sikap self-love ini. Dengan begitu, pemahaman kita tidak akan kabur atau samar sehingga keliru membedakan antara self-love dengan sikap narsisisme atau egoisme.

Pada akhir tulisan ini, saya mengajak Anda semua untuk lebih mencintai diri sendiri, beserta segala kelebihan dan kekurangannya. Percayalah, setiap kekurangan dalam diri dapat terus diperbaiki untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Kita diciptakan oleh Sang Maha Pencipta dengan maksud dan tujuan yang sangat mulia serta istimewa. Semoga kita semua menjadi manusia yang senantiasa bersyukur kepada Allah SWT atas qada dan qadar yang telah ditetapkan-Nya. Semakin aku memahami diriku, semakin aku mengagumi kebesaran-Nya. (EAS).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

FILSAFAT CINTA ── ERICH FROMM

  https://www.liputan6.com/feeds/read/5877045/teori-kepribadian-erich-fromm Tulisan ini akan saya awali dengan sebuah kalimat: ‘Love is an a...