Sabtu, 23 Agustus 2025

Ir. SOEKARNO

 

https://www.lazada.co.id/tag/gambar-soekarno-pidato-berwarna

Kali ini saya akan menuliskan tentang sosok yang tidak asing lagi bagi kita sebagai rakyat Indonesia. Ya, beliau adalah Ir. Soekarno, sang proklamator sekaligus Presiden pertama Republik Indonesia. Saya akan mengutip beberapa tulisan Ir. Soekarno yang pernah beliau tuliskan semasa hidupnya. Beliau memiliki kharisma yang luar biasa, sehingga tidak heran banyak orang dari dalam maupun luar negeri sangat segan dan menghormati keberadaannya. Beliau gagah berani, cerdas, seorang poliglot, penulis, ahli beretorika, sehingga dijuluki sebagai orator ulung. Sungguh membuat saya semakin mengagumi Ir. Soekarno.

Tulisan Ir. Soekarno yang akan saya kutip kali ini berisi beberapa pemikirannya terkait agama Islam. Silakan Anda memahami secara mendalam apa yang sebenarnya ada dalam pikiran serta prinsip hidup yang beliau yakini dalam segi agama Islam. Walaupun tulisan beliau yang saya tuliskan kembali ini tidak sepenuhnya lengkap, setidaknya kita dapat mencoba memahaminya sesuai dengan persepsi dan latar belakang keilmuan masing-masing pembaca.

Mari kita mulai menguraikan beberapa tulisan dari Ir. Soekarno yang, menurut saya, masih relevan dengan situasi dan kondisi saat ini. Berikut beberapa kutipan pemikiran beliau:

1.   Pidato Ir. Soekarno di hadapan Muktamar ke-32 Muhammdiyah di Glora Sukarno, Jakarta, 25 November 1962.

“Ibu adalah meskipun beragama Islam daripada lain, orang Bali. Bapak meskipun beragama Islam beliau adalah beragama, jikalau boleh dinamakan agama Teosofi. Jadi kedua orang tua saya ini yang saya cintai dengan segenap jiwa saya, sebenarnya tidak dapat memberikan pengajaran kepada saya tentang agama Islam.” 

“Aku tak pernah mendapatkan didikan agama yang teratur karena bapak tidak mendalaminya. Aku menemukan sendiri Islam pada usia 15 tahun, ketika aku mengikuti keluarga Pak Tjokro. Masuk satu organisasi agama dan sosial bernama Muhammadiyah. Gedung pertemuannya terletak di seberang rumah kami, di gang Paneleh. Sekali sebulan, dari pukul delapan sampai tengah malam, seratus orang berdesak-desakan mendengarkan pelajaran agama dan ini disusul dengan tanya jawab. Aku mendengarkan dengan penuh perhatian.”

“Ketika aku dipenjara, aku menemukan Islam dengan sungguh-sungguh dan benar. Di dalam penjaralah aku mendapatkan pelajaran agama dan menjadi penganut Islam sesungguhnya.” 

2.   Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat 1966

“Tahun 1926 adalah tahun dimana aku memperoleh kematangan dalam kepercayaan. Aku beranjak berpikir dan berbicara dengan Tuhan. Sekalipun di negeri kami sebagian terbesar rakyatnya beragama Islam, namun konsepku tidak disandarkan semata-mata kepada Tuhannya orang Islam."

"Pada waktu aku melangkah ragu memulai permulaan jalan menuju kepada kepercayaan. Aku tidak melihat Yang Maha Kuasa sebagai Tuhan kepunyaan perseorangan. Menurut jalan pikiranku, maka kemerdekaan seseorang meliputi juga kemerdekaan beragama.” 

3.   Pidato di Sidang BPUPKI, 1 Juni 1945

“Bukan saja bangsa Indonesia Bertuhan, tetapi masing-masing orang Indonesia hendaknya Berketuhanan. Tuhannya sendiri, yang Kristen menyembah Tuhan menurut petunjuk Isa Al-Masih, yang Islam bertuhan menurut petunjuk Nabi Muhammad SAW, orang Budha menjalankan ibadahnya menurut kitab-kitab yang ada padanya."

"Tetapi marilah kita semua bertuhan. Hendaklah negara Indonesia ialah negara yang tiap-tiap orangnya dapat menyembah Tuhannya dengan leluasa.”

“Segenap rakyat bertuhan secara kebudayaan, yakni dengan tiada egoisme-agama. Dan hendaknya negara Indonesia satu negara yang bertuhan. Marilah kita amalkan jalannya agama, baik Islam maupun Kristen dengan cara yang berkeadaban. Apakah cara berkeadaban itu? Ialah hormat-menghormati satu sama lain.” 

4.   Soekarno dalam surat Ende 1936

“Taklid adalah satu sebab terbesar dari kemunduran Islam sekarang ini. Semenjak ada aturan Taklid, di situlah kemunduran Islam cepat sekali. Tak heran! Dimana genius dirantai, Dimana akal pikiran diterungku, di situlah datang kematian.”

“…Saya sendiri sebagai seorang terpelajar, barulah mendapat lebih banyak penghargaan kepada Islam sesudah saya mendapat membaca buku-buku Islam modern scientifik. Apa sebab umumnya kaum terpelajar Indonesia tak senang Islam? Sebagian besar ialah oleh karena Islam tak mau membarengi zaman, karena salahnya orang-orang yang mempropagandakan Islam: mereka kolot, mereka orthodox, mereka anti-pengetahuan dan memang tidak berpengetahuan, takhayul, jumud, menyuruh orang bertaklid saja, menyuruh orang percaya saja mesum mbahnya mesum.”

“Bagi saya anti-taklidisme itu berarti bukan saja kembali kepada Quran dan Hadits, tetapi kembali kepada Quran dan Hadits dengan mengendarai kendaraannya pengetahuan umum.” 

5.   Islam Sontoloyo dalam Pandji Islam 1940

“Islam melarang kita memakan Babi. Islam juga melarang kita menghina kepada si miskin, memakan haknya anak yatim, memfitnah orang lain, dan menyekutukan Tuhan Yang Esa itu. Malahan yang belakangan ini dikatakan dosa terberat, dosa datuknya dosa. Tetapi apa yang kita lihat? Coba Tuan menghina si miskin, makan haknya anak yatim, memfitnah orang lain, musyrik di dalam Tuan punya pikiran dan perbuatan. Maka tidak banyak orang yang menunjuk kepada Tuan dengan jari seraya berkata: Tuan menyalahi Islam."

"Tetapi coba Tuan makan Babi, walau hanya sebesar biji asam pun dan seluruh dunia akan mengatakan Tuan orang kafir."

"Inilah gambaran jiwa Islam sekarang ini, terlalu mementingkan kulit saja, tidak mementingkan isi.” 

6.   Sukarno, “Masyarakat Onta dan Masyarakat Kapal Udara”

“Kita tidak ingat, bahwa masyarakat ini adalah barang yang tidak diam, tidak tetap, tidak “mati”,- tetapi hidup mengalir berobah senantiasa, maju, dinamis, berevolusi. Kita tidak ingat, bahwa Nabi Muhammad SAW sendiri telah menjadikan urusan dunia, menyerahkan kepada kita sendiri perihal urusan dunia, membenarkan segala urusan dunia yang baik dan tidak nyata haram atau makruh. Kita royal sekali dengan perkataan “Kafir”. Kita gemar sekali mencap segala barang baru dengan cap “Kafir”. Pengetahuan Barat-kafir; radio dan kedokteran-kafir; sendok dan garpu dan kursi – kafir; tulisan latin-kafir; yang bergaulan dengan bangsa yang bukan bangsa Islam pun -kafir."

"Padahal apa yang kita namakan Islam? Bukan roh Islam yang berkobar-kobar, bukan amal Islam yang mengagumkan tetapi…..dupa dan karma dan jubah dan celak mata! Siapa yang mukanya angker, siapa yang tangannya bau kemenyan, siapa yang matanya dicelak dan jubahnya panjang dan menggenggam tasbih selalu berputar,-dialah yang kita namakan Islam."

"Astgafirullah, inikah Islam? Inikah agama Allah? Ini? Yang mengkafirkan pengetahuan dan kecerdasan, mengkafirkan radio dan listrik, mengkafirkan kemoderenan dan ke-uptodate-an? Yang mau tinggal mesum sahaja, tinggal kuno sahaja, tinggal terbelakang sahaja, tinggal “naik onta” dan “makan zonder sendok” sahaja, seperti di zaman Nabi-nabi. Islam is progress,- Islam itu kemajuan.”

7.   Salat Iedul Fitri 1383 H/1964 M, di Mesjid baiturrahman, Istana Merdeka, Jakarta.

“Tanah air ini, saudara-saudara diancam bahaya. Tuhan perintahkan kepada kita, Hai buatlah tanah airmu ini terhindar dari bahaya. Tanah air ini adalah satu amanah Tuhan dan diancam tanah air ini oleh bahaya. Kewajiban kita untuk menyelamatkannya dari bahaya.”

Itulah tujuh sumber tulisan Ir. Soekarno mengenai pandangannya terhadap agama Islam. Saya kira, seluruh tulisannya sarat dengan konsep dan makna yang mendalam. Ada satu kutipan dari beliau yang begitu menyentuh, yaitu: “Ada saatnya dalam hidupmu, engkau ingin sendiri saja bersama angin, menceritakan seluruh rahasia, lalu meneteskan air mata.” (Bung Karno, 1933).

Saya ucapkan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang telah menganugerahkan sosok Presiden pertama RI yang begitu luar biasa, baik dalam pandangan Islam maupun dalam sikap kepahlawanannya. Terlepas dari semua jasa-jasa beliau kepada bangsa dan negara, ada hal yang membuat hati ini sedih dan pilu, yaitu sisa hidup beliau yang berakhir tragis di tahanan pemerintah Indonesia. Negeri yang beliau proklamasikan, justru menjadi negeri yang menahan beliau hingga akhir hayatnya. Semoga Allah SWT menempatkan beliau di tempat yang indah di sisi-Nya. Aamiin Yaa Rabbal ‘Aalamiin. (EAS).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

FILSAFAT CINTA ── ERICH FROMM

  https://www.liputan6.com/feeds/read/5877045/teori-kepribadian-erich-fromm Tulisan ini akan saya awali dengan sebuah kalimat: ‘Love is an a...