Minggu, 31 Agustus 2025

MINDFULNESS

 



https://www.youtube.com/watch?v=YEiD29FOLoI

Pada kesempatan ini, saya akan menulis tentang topik “Mindfulness”. Mari kita berkenalan dengan arti, makna, dan definisi dari kata mindfulness tersebut. Berikut ini adalah beberapa definisi mindfulness yang diambil dari berbagai sumber.

Mindfulness adalah kondisi kesadaran yang penuh perhatian, yang timbul dari upaya memperhatikan dengan sengaja momen saat ini, tanpa menghakimi, terhadap pikiran, perasaan, sensasi tubuh, dan lingkungan sekitar. Ini bukan berarti mengosongkan pikiran, tetapi melatih pikiran untuk kembali ke momen sekarang ketika tersesat, seperti menjadi "orang tua" bagi pikiran kita alih-alih membiarkannya mengendalikan kita. 

Kata “Mindfulness” secara etimologis merupakan terjemahan dari kata “Sati” atau dalam Bahasa Sansakerta “Smriti”, yang berarti mengingat atau menyadari salah satu konsep atau ajaran dalam tradisi Budhisme.

Sejak tahun 1970-an kajian psikologi klinis dan psikiatri telah mengembangkan sejumlah terapi berbasis mindfulness untuk membantu orang-orang yang mengalami problem psikologis. Program-program yang didasarkan kepada mindfulness ini, selanjutnya banyak diadopsi di sekolah-sekolah, rumah sakit, panti jompo dan lai-lain.

Pada akhirnya istilah Mindfulness menjadi “Populer” dengan makna yang lebih umum yaitu sebagai cara untuk memusatkan perhatian terhadap apa yang terjadi dengan sadar tanpa adanya penilaian.

Mindfulness dipahami sebagai momen kesadaran saat kita menghadirkan kesadaran penuh untuk apapun yang sedang kita lakukan. Misalnya saat makan, kita merasakan tiap suapan bukan sambil melamun, memainkan Hp,  atau nonton televisi. Saat mencuci, kita merasakan air yang mengalir, menyadari gerakan menggosok dan sebagainya.

Mindfulness dapat dipahami sebagai mode of being atau sebagai cara untuk berinteraksi dengan dunia. Cara tersebut dapat dijelaskan dalam tiga bentuk, yaitu:

  1. Sifat: suatu karakter yang sudah tertanam dalam diri, ketika seseorang mudah terbiasa masuk ke dalam keadaan mindful atau mempunyai kestabilan dan kesadaran jiwa;
  2. Situasi: suatu kondisi ketika seseorang mengalami present-moment awareness (kesadaran penuh pada momen saat ini) atau kondisi jiwa yang menerima apa adanya;
  3. Praktik: latihan untuk mengembangkan perilaku mindful, misalnya dengan melakukan meditasi atau jihad, ijtihad, dan mujahadah.

Sebelum kita jadikan midfullness sebagai mode of being, kita harus mengetahui terlebih dahulu unsur-unsur mindfulness, agar kita tidak salah kaprah dalam mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Ada empat unsur dari mindfulness, unsur-unsur tersebut Adalah sebagai berikut:

1.     Attention atau khusyu (penuh perhatian)

Attention with listening, watching, or considering what naturally exists.

2.     Intention atau ikhlas (jelas maksud dan tujuannya apa)

Purposefully increasing awareness of experience

3.     Presence atau ridha (kita hidup saat ini dan di sini)

Being in the moment here and now

4.     Openness atau hikmah  (terbuka)

Being curious objective and non-judgmental about experience

Selain unsur-unsur di atas, ada juga yang disebut kunci mindfulness. Ada tujuh kunci dari mindfulness yaitu: tidak menghakimi, mempunyai kesabaran, mempunyai kepercayaan, tanpa usaha menolak, penerimaan yang ikhlas, melepaskan, dan memiliki pemikiran pemula.

Di antara ketujuh kunci midfulness tersebut, kunci yang paling penting adalah kunci yang paling akhir yaitu memiliki pemikiran pemula. Mengapa demikian? Mari kita uraikan apa yang dimaksud dengan memiliki pemikiran pemula.

Ide pemikiran pemula ini dikembangkan oleh seorang Zen Master Jepang yang bernama Shunriyu Suzuki. Ide ini mengusir segala ilusi tentang Zen dan jalan meditasi pada umumnya. Tidak ada kesakitan yang perlu diraih. Tidak ada batin yang perlu dibersihkan. Kita hanya perlu untuk melihat kehidupan ini sebgai seorang pemula dari saat ke saat.

Lawan dari pemikiran pemula adalah pemikiran para ahli. Pikiran ahli melihat segala sesuatu dengan teori. Analisis soal baik buruk serta untung rugi terus dilakukan. Ini membuat pikiran penuh dengan kegelisahan dan penderitaaan.

Sebaliknya, pikiran seorang pemula selalu bersih dari analisis. Semua dilihat apa adanya. Tidak ada yang ditambahkan. Tidak ada yang dikurangi. Ini bisa dilakukan dari saat ke saat di dalam hidup.

Pikiran pemula melihat dunia dengan mata yang segar. Di dalamnya terdapat rasa ingin tahu, rasa syukur, dan bahkan kekaguman. Pikiran pemula juga akan membangkitkan kesadaran (awareness). Melihat dunia dengan pikiran pemula berarti melihat dengan kesadaran. Jika hidup dilihat dengan mata kesadaran dari saat ke saat, maka penderitaan dan segala bentuk kegelisahan akan bisa dikelola dengan sehat.

Dengan formula pemikiran pemula ini maka konsep mindfulness akan merujuk pada beberapa sifat yang positif seperti: sadar makna dan tujuan, menikmati proses, olah fisik selain olah pikir, memberikan keseimbangan pada otak, mengembangkan sikap tenang, dan mengembangkan diri sepenuhnya.

Konsep mindfulness ini membutuhkan niat yang lurus serta latihan atau praktik secara intensif. Karena tidak mudah mengaplikasikan konsep midfullness dalam kehidupan nyata, khususnya pada saat ini. Di bawah ini adalah beberapa cara untuk melatih jiwa dan raga kita agar dapat menjalankan konsep mindfulness. yaitu sebagai berikut:

1.      Mengembangkan kreativitas

Kreativitas memberikan pengaruh positif pada kesehatan mental. Saat kreativitas mengalir, di saat itu pula pikiran Anda akan beristirahat. Contoh kreativitas misalnya: menggambar, mewarnai, menanam/berkebun, dan lain sebagainya.

2.      Melakukan olahraga ringan seperti jalan kaki

Sambil berjalan santai, perhatikan suara-suara yang muncul, angin yang berhembus, dan aroma yang hadir di sekitar kita. Simpan ponsel di rumah dan nikmati momen dengan tetap berfokus pada panca indra serta lingkungan sekitar.

3.      Menengok langit saat malam

Keluarlah di saat malam hari tiba. Lihatlah betapa indah alam semesta yang dinaungi langit malam yang tenang dan damai. Bintang-bintang yang jauh di sana seakan memandangi dan menyapa kita dengan hangat. Semua itu akan memberikan energi positif ke dalam tubuh.

4.      Menikmati aktivitas apapun

Berikan fokus pada setiap langkahnya. Misalnya saat menyeduh minuman, rasakan aroma minumannya/masakan yang keluar, uap air panas yang menyatu bersama udara dan rasakan panas cangkir di tangan.

5.      Fokus pada satu hal di satu waktu

Berusahalah fokuskan pikiran pada satu hal di satu waktu. Karena secara ilmu dan fitrah manusia, kita tidak bisa membagi fokus pada dua hal yang berbeda pada satu waktu. Andaikan bisa, kita tidak akan optimal dalam membagi kefokusan pikiran.

6.      Menulis diary

Jika tidak suka dengan tulisan yang panjang dan bertele-tele. Anda cukup membuat semacam “jurnal pribadi” misalnya mencatat tiga hal terbaik yang dialami hari ini.

7.      Meditasi

Untuk sebagian orang cara meditasi adalah cara terbaik dalam memusatkan perhatian dan kesadaran diri. Sebagai muslim meditasi ini bisa berupa berzikir di sepertiga malam, dan bermunajat kepada Allah SWT.

Untuk mengakhiri tulisan ini, saya mengutip kata bijak dari Deepak Chopra (seorang penulis spiritual) “Jangan biarkan satu hari terlewat tanpa bertanya siapa dirimu. Setiap waktu berlalu ada hal baru yang masuk dalam kesadaranmu”. Semoga apa pun yang kita lakukan dan kita usahakan selalu dalam perlindungan Allah SWT. Aamiin Yaa Rabbal’alaamiin. (EAS).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

FILSAFAT CINTA ── ERICH FROMM

  https://www.liputan6.com/feeds/read/5877045/teori-kepribadian-erich-fromm Tulisan ini akan saya awali dengan sebuah kalimat: ‘Love is an a...