Sabtu, 20 September 2025

OVERTHINKING

 

https://id.pngtree.com/so/overthinking

Kali ini saya akan menulis tentang tema overthinking. Topik ini selalu menjadi bahan pembicaraan hangat, baik di kalangan remaja maupun orang dewasa, karena banyak yang sering merasakan dampaknya. Sebenarnya, apa itu overthinking? Marilah kita uraikan bersama mengenai definisi, ciri-ciri, dampak, serta cara untuk mengatasinya.”

Overthinking adalah kondisi mental di mana seseorang menggunakan terlalu banyak waktu dan energi untuk memikirkan suatu hal secara berlebihan, berulang, dan seringkali negatif, yang dapat menghambat penyelesaian masalah dan mengganggu kesejahteraan mental. Tipe overthinking ada dua: ruminasi, yaitu memikirkan masa lalu secara terus-menerus, dan khawatir, yaitu memikirkan prediksi negatif tentang masa depan. 

Overthinking dapat menghabiskan energi mental, menyebabkan stres, kecemasan, gangguan tidur, dan bahkan depresi. Ini berbeda dengan berpikir kritis atau memecahkan masalah secara efektif, karena overthinking cenderung tidak menghasilkan solusi atau kemajuan, melainkan justru memperburuk perasaan negatif dan menghambat tindakan.

Menurut Nareza (2020), proses overthinking biasanya disebabkan oleh adanya perasaan resah akan suatu hal, trauma yang belum selesai, sedang menghadapi masalah besar, bahkan masalah yang awalnya sederhana bisa menjadi besar jika selalu dipikirkan secara berlebihan. Alih-alih mencari jalan keluar, overthinking mungkin saja dapat menimbulkan masalah lainnya. Berpikir secara berlebihan terhadap sesuatu hal merupakan kebiasaan yang tidak seharusnya sering dilakukan. Selain membuang-buang waktu juga merupakan perbuatan yang tidak ada gunanya.

Menurut American Psychological Association, istilah klinis untuk proses overthinking adalah rumination. Rumination adalah pola berpikir mengenai suatu hal yang dilakukan secara berulang-ulang; terlalu menghawatirkan masa lalu maupun masa depan; atau sering tidak bisa tidur sepanjang malam untuk memikirkan hal yang sama (Kumar, 2009). Rumination mengakibatkan seseroang menjadi lebih fokus kepada kejadian serta perasaan negatif yang telah dialaminya.

Dengan kata lain overthinking adalah suatu keadaan dimana seseorang terlalu banyak menghabiskan waktu untuk berpikir pada sesuatu, tanpa dibarengi dengan proses penyelesaian atau problem solving secara efektif. Berpikir tidak perlu; berpikir tidak tepat; dan berpikir yang terlalu banyak.

Ada tiga tipe overthinking yaitu orang yang perpeksionis, segala sesuatunya harus sempurna sedetil mungkin, semuanya serba dirancang; kata orang, seseorang yang menuruti pandangan atau komentar orang lain terhadap dirinya secara terus menerus; dan masa depan, seseorang yang lebih sering memikirkan khayalan-khayalan atau prediksi-prediksi tentang kejadian di masa yang akan datang.

Ciri-ciri utama dari overthinking meliputi:

  • Ruminasi: Terus-menerus memikirkan masa lalu, menganalisis ulang peristiwa, percakapan, atau keputusan yang sudah terjadi, seringkali dengan penyesalan atau kekhawatiran tentang "bagaimana jika" atau "seandainya".
  • Kekhawatiran Berlebihan (Worrying): Terlalu fokus pada potensi masalah di masa depan, membayangkan skenario terburuk, dan merasa cemas tentang hal-hal yang belum terjadi atau bahkan mungkin tidak akan terjadi.
  • Analisis Paralisis: Terlalu banyak menganalisis setiap detail dan kemungkinan, yang akhirnya membuat sulit atau bahkan tidak bisa mengambil keputusan atau tindakan.
  • Pikiran Berulang: Pikiran yang sama terus berputar di kepala, sulit dihentikan, meskipun sudah disadari bahwa itu tidak membantu.

Banyak sekali efek atau dampak dari overthinking ini. Dampak yang disebabkan oleh overthinking adalah:

1.   Hidup tidak menyenangkan

Hidup menjadi sumpek karena habis waktu sia-sia, tegang, lelah, dan tidak bisa tidur dengan nyenyak.

2.   Segala aktivitas menjadi tidak maksimal

Mengalami kesulitan untuk berkonsentrasi dan hal ini akan memengaruhi kesulitan dalam berinteraksi dengan orang lain.

3.   Emosi yang terus naik-turun

Mudah marah, mudah gelisah, insecure, mencari pelampiasan misalnya melalui makanan, postingan, orang lain, juga menjauhi orang lain.

4.   Gangguan kesehatan fisik

Dengan pikiran yang terganggu, maka kondisi fisik pun akan terganggu pula. Demam, pusing, nyeri dada,  jantung bergerak kencang, sesak nafas, hingga tekakanan darah tinggi atau kekurangan darah akan menyerang tubuh.

Melihat dampak serius yang ditimbulkan oleh overthinking, sudah menjadi keharusan bagi kita sebagai manusia untuk menemukan solusi. Saya yakin kita semua pernah mengalami kondisi overthinking ini, khususnya ketika berada dalam situasi dan permasalahan hidup yang kompleks. Apabila kita kini telah memahami bahwa dampak overthinking dapat mengganggu seluruh tatanan hidup, maka seyogianya kita menggali pengetahuan untuk mengatasi masalah tersebut secara cepat dan tepat.

Tidak bisa dipungkiri bahwa berpikir secara berlebihan terhadap sesuatu hal merupakan kebiasaan yang tidak seharusnya sering dilakukan. Selain membuang-buang waktu, overthinking juga tidak baik dan dapat menimbulkan berbagai dampak buruk bagi kesehatan mental maupun fisik seseorang. Dengan demikian, sekarang kita coba terapkan beberapa cara di bawah ini untuk mengurangi kebiasaan overthinking:

1.     Jangan biasakan overthinking

Sadarilah bahwa overthinking itu tidak menguntungkan dari aspek apapun.

2.     Sikapi segala sesuatu secara sederhana dan wajar

Urailah segala sesuatu dalam bagian kecil, selesaikanlah masalah setahap demi setahap, konsentrasilah pada satu hal di satu waktu.

3.     Ambil sudut pandang baru

Ambillah sudut pandang baru yang lebih segar, saat tidak ada lagi jalan keluar bisa diambil dari satu permasalahan.

4.     Berlatihlah mendisiplinkan diri

Jangan mau dikontrol pikiran, kitalah yang mengontrol pikiran, dan jangan mudah terdistraksi oleh apapun atau siapapun.

5.     Bersikap positif dan optimis

Jangan berpikir serba negatif, kita tidak mungkin mengontrol segala hal yang ada di dunia.

6.     Gembira dan bahagia

Lengkapi hidup dengan melakukan apa yang kita cintai dan membuat kita gembira.

7.     Hidup di masa kini

Kita hidup di masa kini. Jangan dibelenggu masa lalu, atau dicemaskan oleh masa depan yang belum tentu akan terjadi.

8.     Bercerita kepada orang lain yang dipercaya

Berbicara kepada terapis, teman, atau siapa saja orang yang dapat dipercaya dapat memberikan kelegaan pada pikiran. Selain itu, kita juga akan mendapat perspektif baru mengenai hal-hal yang menjadi pemikiran kita. 

9.     Menuangkan isi pikiran ke dalam bentuk tulisan

Daripada hanya dibiarkan berputar-putar di dalam kepala, cobalah ungkapkan isi pikiran melalui tulisan. Lewat tulisan, kita tidak perlu bergantung kepada orang lain untuk mendengarkan cerita kita.

10.  Selalu berdoa kepada Tuhan

Selaku umat yang beragama, selayaknya kita harus tetap yakin dan percaya akan pertolongan dari-Nya atas segala masalah yang datang dalam hidup kita. Tidak selamanya semua masalah yang kita pikirkan mempunyai solusi dari dalam diri kita sendiri. Bisa saja solusinya datang dari Tuhan Yang Maha Esa.

Saya akan menuliskan nasihat dari beberapa tokoh tentang overthinking, di antaranya sebagai berikut:”

a.     Nothing can harm you as much as your own thoughts unguarded.” (Buddha).

b.     To think too much is a disease.” (Fydur Dostoyeusky).

c.     Thinking too little about things or thinking too much both make us obstinate and fanatical.”(Blaise pascal).

d.     Take time to deliberate but when the time for action has arrived, stop thinking and go.” (Napoleon Bonaparte).

e.     Don’t wait. The time will never be just right.” (Napoleon Hill).

f.      You don’t have to see whole staircase, just take the first step.” (Martha Luther King Jr).

g.     Twenty years from now you will be more disappointed by the things that you didn’t do than by the ones you did do. So throw off the bowlines. Sail away from the safe harbor. Catch the trade winds in your sails. Explore dream and discover.” (Mark Twain).

Dari penjelasan di atas, kita dapat sedikit demi sedikit mengikis overthinking dari dalam diri. Bagaimanapun kondisi overthinking tersebut, besar maupun kecil, harus kita singkirkan sejauh-jauhnya. Apa pun masalahnya, kita harus tetap hidup dan menjalaninya dengan sempurna serta bijaksana. Tanpa adanya kesadaran dalam diri, kita tidak akan pernah mampu menikmati keindahan hidup di dunia.

Akhir kata, semoga kita dapat menghilangkan overthinking dalam diri, walaupun perlahan namun pasti. Allah SWT akan selalu meridai setiap usaha baik dari makhluk-Nya di muka bumi. Buanglah overthinking, dan mari kedepankan rasa bahagia serta syukur karena kita masih diberikan kehidupan saat ini, di sini, dalam kondisi ini. Lupakanlah masa lalu dan jadikan ia sebagai pelajaran berharga. Tidak perlu memprediksi masa depan, karena belum tentu kita akan sampai pada masa itu. (EAS)”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

FILSAFAT CINTA ── ERICH FROMM

  https://www.liputan6.com/feeds/read/5877045/teori-kepribadian-erich-fromm Tulisan ini akan saya awali dengan sebuah kalimat: ‘Love is an a...