Senin, 13 Januari 2025

Mengapa Kita Harus Belajar?

 



https://id.lovepik.com/images/png-studentslearn.html

Sering kita mendengar nasihat-nasihat yang diberikan oleh para orang tua tentang keharusan untuk belajar. Di antaranya: Rajin-rajinlah kamu belajar agar kamu menjadi orang pintar! Rajinlah belajar agar kamu mendapatkan pekerjaan yang bagus kelak! Rajin-rajinlah agar dapat menjadi orang kaya! dan nasihat lainnya. Semua nasihat itu ditujukan kepada semua anak agar bersemangat dalam belajar mencari ilmu pengetahuan. Sementara, pernyataan yang sering saya dengar sejak kecil adalah “Tuntutlah ilmu, meskipun ke negeri Cina.” Dan agama Islam pun sangat menganjurkan agar setiap muslim menjalankan proses belajar dalam mencari ilmu.

Banyak ayat-ayat al-Quran yang berisi tentang keharusan dalam menuntut ilmu, seperti yang  terdapat dalam Al-Quran di bawah ini.

(QS. Al-Mujadilah ayat 11)

Artinya: "Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: ‘Berlapang-lapanglah dalam majelis’, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: ‘Berdirilah kamu’, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."

(QS. Al-Anbiya ayat 7)

Artinya:  ”Kami tiada mengutus Rasul-rasul sebelum kamu (Muhammad), melainkan beberapa orang laki-laki yang kami beri wahyu kepada mereka. Maka tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu jika kamu tiada mengetahui.”

(QS. Al-Fath ayat 11)

Artinya: “Orang-orang yang beriman dan berilmu pengetahuan akan lebih tinggi derajatnya di sisi Allah.”

Saya kutip beberapa hadits yang berisi tentang keutamaan dalam mencari ilmu pengetahuan. Di antaranya sebagai berikut.

1.     “Belajarlah kamu semua, dan mengajarlah kamu semua, dan hormatilah guru-gurumu, serta berlaku baiklah terhadap orang yang mengajarkanmu.” (HR. Tabrani).

2.     “Barang siapa menelusuri jalan untuk mencari ilmu padanya, Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim).

3.     “Jika seorang manusia meninggal, terputuslah amalnya, kecuali dari tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak shaleh yang berdoa untuknya.” (HR. Muslim).

4.     “Ketahuilah bahwa sesungguhnya dunia itu terlaknat dan terlaknat pula isinya, kecuali berdzikir kepada Allah dan ketaatan kepada-Nya, orang berilmu, dan orang orang yang belajar.” (HR. At-Tirmidzi no. 2322).

Dan menurut KH. Muhammad Hasyim Asy’arie dalam bukunya “Etika Seorang Guru dan Orang yang Belajar,” terdapat hadits tentang keutamaan belajar. Diriwayatkan dari Muadz bin Jabal ra., ia berkata: ”Pelajarilah ilmu pengetahuan, karena mempelajarinya adalah suatu kebajikan, mencarinya adalah suatu ibadah, mendiskusikannya adalah tasbih, membahasnya adalah jihad, menyerahkannya adalah upaya pendekatan diri kepada Allah SWT, dan mengajarkannya kepada orang yang tidak berilmu adalah shadaqah.”

Terlihat jelas berbagai keutamaan belajar yang akan kita dapatkan dari ayat suci Al-Quran maupun dari hadits-hadits. Semua itu agar setiap anak cucu Adam mempunyai semangat belajar dalam menuntut ilmu. Apabila kita menjadi orang yang berilmu, sudah tentu Allah dan rasul-Nya akan senang pula. Untuk soal pahala dan lainnya, anggap saja sebagai bonus; kita serahkan kepada-Nya, jangan sampai kita hanya menghitung-hitung pahala karena bukan ranahnya manusia.

Kita lihat terlebih dahulu definisi dari belajar dan menuntut ilmu, apakah sama atau berbeda pengertiannya. Menurut sumber yang saya dapatkan, antara belajar dan mencari ilmu memiliki makna yang mirip namun tidak sama persis. Perbedaannya terdapat pada tujuan, lingkup belajar, serta motivasi yang menyertainya. Namun, pada tulisan ini saya akan menyetarakan antara konteks belajar dan menuntut ilmu.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), definisi belajar adalah “Proses memperoleh pengetahuan atau keterampilan dengan cara mempelajari atau mendengarkan, mempelajari atau mendalami ilmu pengetahuan, mengubah perilaku melalui proses pengalaman dan latihan.”  Sedangkan pengertian menuntut ilmu menurut KBBI adalah: “Proses mencari dan mempelajari ilmu pengetahuan dengan sungguh-sungguh, mengikuti pelajaran atau pendidikan untuk memperoleh ilmu pengetahuan.”

 Memang dari segi definisi antara kata “belajar” dan frasa “menuntut ilmu” ada sedikit perbedaan saja, namun saya tidak persoalkan itu semua. Seperti yang diutarakan pada paragraf sebelumnya, bahwa di dalam tulisan ini, saya samakan pengertian belajar dan menuntut ilmu. Jadi, apabila saya menuliskan belajar, berarti saya sedang berbicara tentang menuntut ilmu. Dan saya tidak berbicara jauh tentang teori-teori belajar yang diturunkan oleh banyak ilmuwan. Hanya konsep belajar yang secara umum terjadi di masyarakat.

Hakikatnya, belajar adalah untuk diri kita sendiri, agar dapat menguasai dunia dan seisinya dengan ilmu pengetahuan. Dalam kehidupan sehari-hari, ada konsep yang salah kaprah. Seakan-akan dengan belajar kita akan dan wajib menjadi orang pintar, dan akan mendapatkan pekerjaan yang menjanjikan. Memang tidak ada salahnya juga pemahaman kalau kita belajar, kecenderungannya  kita akan jadi pintar. Namun, lebih tepatnya dengan belajar kita akan mampu menguasai ilmu pengetahuan dan akan mampu bertahan dalam melangsungkan hidup di dunia. Dengan belajar, kita dapat memecahkan semua masalah kehidupan atau mencari solusi dari masalah yang datang menerpa diri.

Kita ambil contoh, belajar di sekolah (SMA) negeri ataupun swasta. Setiap hari kita pergi kemudian pulang sekolah, tentunya sangat melelahkan jiwa raga. Manfaatnya melatih daya tahan tubuh agar tetap sehat dan kuat, melatih kesabaran menghadapi materi-materi pelajaran yang terkadang sangat membingungkan, melatih ketajaman berpikir dalam mencari solusi dari soal-soal atau ujian-ujian yang didapatkan di sekolah. Andai kita rajin dalam menjalani prosesnya untuk belajar di sekolah, kita akan dapat sesuatu yaitu otak kita akan menjadi tajam dan mampu berpikir apapun, atau dengan kata lain kita menjadi pintar dengan belajar. Tapi jika kita tidak mendapatkan kepintaran walaupun sudah berusaha semampunya untuk belajar, minimal kita punya jiwa raga yang sehat, kesabaran yang kuat, dan kebaikan dalam mencari ilmu.

Dengan datangnya ke sekolah setiap hari, bertemu dengan banyak orang misalnya teman sekelas, teman satu angkatan, adik kelas, kakak kelas, guru, ataupun orang-orang yang ada di jalan yang kita lewati. Secara tidak langsung kita belajar dari orang-orang yang kita temui. Belajar bersosialisasi dengan banyak orang, membaca situasi dan kondisi orang lain, mempelajari sifat dan karakter orang lain, dan yang paling penting kita bisa saling memberi salam dan senyum kepada orang lain. Karena salam dan senyum saja sudah merupakan kebaikan yang harus kita lakukan setiap waktunya.

Kita bisa belajar sepanjang hayat, baik di sekolah maupun di luar sekolah. Contoh belajar di luar sekolah, misalnya adalah bagaimana caranya kita bertingkah laku di masyarakat dengan memantaskan perilaku seorang pelajar SMA ataupun seorang guru. Selama hayat masih dikandung badan, wajiblah kita terus  melakukan proses pembelajaran demi suatu kebajikan di manapun kita berada.

Jadi, belajar itu bukan hanya kewajiban murid dan guru yang melaksanakan rutinitas PBM (Proses Belajar Mengajar) di kelas. Karena PBM di kelas itu hanyalah sebuah kegiatan formalitas dan rutinitas yang diadakan oleh institusi negeri/swasta. Ketika menjadi seorang pedagang pun harus tetap belajar, bagaimana cara agar dagangannya cepat laku? Bagaimana agar keuntungan yang didapatkan lebih meningkat? Bagaimana cara mengembangkan usahanya ke arah yang lebih baik? Tentunya, sang pedagang harus belajar mencari ilmu pengetahuan agar bisa menjawab pertanyaan tersebut. Begitupun yang terjadi pada profesi lainnya, sama-sama harus tetap melakukan proses belajar agar tetap hidup bahagia dengan profesinya.

Dari tulisan ini, semoga kita mendapatkan berkah dari belajar/menuntut ilmu agar kita menjadi orang yang lebih baik, lebih arif, lebih bijak, dan lebih siap serta mampu menghadapi semua ujian dalam kehidupan. Dengan kata lain, dengan belajar, kita dapat bertahan hidup sampai hari ini dalam kondisi yang sangat baik serta sehat jiwa/raga. Walaupun semua itu tidak terlepas dari bantuan dan pertolongan dari Allah SWT. (EAS).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

FILSAFAT CINTA ── ERICH FROMM

  https://www.liputan6.com/feeds/read/5877045/teori-kepribadian-erich-fromm Tulisan ini akan saya awali dengan sebuah kalimat: ‘Love is an a...