Kamis, 23 Januari 2025

Sang Mantan

 


https://lifestyle.kompas.com/read/2023/08/09/080553220/terkadang-cinta-sejati-dalam-hidup-adalah-sang-mantan?page=all

Jika mendengar kata mantan, saya selalu teringat dengan sebuah judul lagu yang dahulu dipopulerkan oleh Giring Nidji. Judulnya adalah Akulah Sang Mantan. Untuk sekadar mengingatkan, saya tuliskan sebagian lirik lagunya di bawah ini.

Sang Mantan


Dulu aku kau puja

Dulu aku kau sayang

Dulu aku sang juara

Yang s’lalu engkau cinta

 

Kini roda telah berputar

Kini aku kau hina

Kini aku kau buang

Jauh dari hidupmu

Kini aku sengsara

Roda memang telah berputar

….

Menurut sumber yang saya temukan, kata "mantan" diperkenalkan oleh Ahmad Bastari Suan di majalah Pembinaan Bahasa Indonesia tahun 1984. Kata "mantan" diperkenalkan sebagai pengganti kata "bekas", yang dianggap kurang sopan untuk orang yang dihormati atau pernah menduduki jabatan mulia. 

Mari kita memahami beberapa arti kata “Mantan”

1.     Liputan6.com, Jakarta. Mantan adalah salah satu kata yang sering digunakan dalam bahasa Indonesia. Banyak orang mengaitkan kata ini dengan makna "bekas pacar" atau "bekas pasangan". Memang, tidak dapat dipungkiri bahwa arti mantan dalam konteks ini sering digunakan dalam percakapan sehari-hari. Namun, sebenarnya makna mantan lebih luas daripada sekadar itu.

2.     Secara Bahasa, kata “mantan” bermakna seseorang atau sesuatu yang pernah memiliki hubungan, kedudukan, atau situasi tertentu, namun telah berakhir atau tidak lagi ada. Dalam konteks hubungan pribadi, mantan sering digunakan untuk menyebut seseorang yang pernah menjadi pasangan romantis atau pacar di masa lalu.

3.     Menurut Wikipedia, kata "mantan" adalah istilah yang merujuk pada sesuatu yang sebelumnya pernah ada, tetapi sekarang sudah tidak ada lagi. 

4.     Menurut Filsafat kata “mantan” tidak memiliki arti khusus, tetapi kata ini dapat digunakan untuk menggambarkan seseorang yang pernah memiliki status tertentu, namun sekarang sudah tidak lagi.

5.     Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata "mantan" berarti bekas atau sesuatu yang telah berubah statusnya. Kata "mantan" bisa digunakan untuk menyebut orang, jabatan, atau posisi yang pernah dimiliki seseorang.

Merujuk pada beberapa definisi tersebut, saya memiliki arti tersendiri untuk kata “mantan”. Mantan adalah segala sesuatu, baik itu seseorang, benda, fungsi dan kedudukan, yang dulu pernah kita miliki, dan saat ini bukan lagi milik kita.

Namun, banyak orang yang membatasi pemaknaan dari kata “mantan” itu sendiri. Artinya jadi semakin sempit, yaitu hanya  berkaitan dengan hubungan asmara. Padahal dalam kamus, mantan juga dapat merujuk pada sesuatu yang telah berubah atau berakhir, seperti mantan pegawai, mantan presiden, atau mantan kepala sekolah. Dengan demikian, pemahaman kita harus diperbarui bahwa makna “mantan” tidak hanya terbatas pada bidang cinta, tetapi juga dapat mencakup berbagai aspek kehidupan lainnya.

Mantan dapat berarti orang yang pernah memiliki hubungan khusus di masa lalu, baik dalam pernikahan maupun pacarana, misalnya “Dia adalah mantan pacarku yang sekarang telah menikah,” atau “Dia adalah mantan istriku.” Dua kalimat ini menggambarkan bahwa kata mantan berhubungan dengan kisah asmara sepasang kekasih atau suami istri.

Ada juga, mantan yang merujuk pada bekas jabatan atau posisi yang pernah diemban oleh seseorang. Arti ini sering digunakan dalam dunia politik atau organisasi. Contohnya, "Dia adalah mantan presiden yang memiliki pengaruh besar dalam negara ini." atau “Saya adalah mantan wakasek di suatu sekolah negeri.”

Selain itu, mantan juga dapat merujuk pada sesuatu yang telah berubah atau tidak menyandang status sebelumnya. Misalnya, "Dia adalah mantan pelaku kriminal yang sekarang telah menjadi anggota penegak hukum," atau “Dia adalah mantan wanita penghibur”.

Sedangkan kata "bekas" merujuk pada sesuatu yang telah digunakan atau dimiliki sebelumnya. Istilah ini lebih sering digunakan dalam konteks barang atau benda. Misalnya, "mobil bekas" merujuk pada mobil yang telah digunakan oleh orang lain sebelumnya. Istilah ini memiliki makna yang lebih luas dan dapat mengacu pada segala jenis barang atau benda yang memiliki sejarah pemakaian sebelumnya.

Ada satu istilah yang kita kenal untuk membedakan  kata “mantan” dan “bekas” ini, yang istilah  ameliorasi. Ameliorasi kata adalah proses mengubah atau meningkatkan makna suatu kata dari bentuk yang kurang sopan atau kurang terhormat menjadi lebih bermartabat. Salah satu contohnya adalah ameliorasi kata "bekas" yang berubah menjadi "mantan". Kata “mantan” adalah bentuk Ameliorasi dari kata “bekas.”

Dalam konteks tersebut, ameliorasi kata menjadi penting untuk menjaga kesantunan dan penghargaan terhadap individu yang dipertimbangkan. Penggunaan kata "mantan" memperlihatkan kelas dan kesopanan yang lebih tinggi, menjadikannya pilihan yang lebih pantas. Dengan menggantikan kata "bekas" dengan "mantan", kita menunjukkan hormat terhadap orang atau sesuatu yang pernah memiliki peran penting atau dihormati. Dalam hal ini, ameliorasi kata menjadi pola bahasa yang memperkuat nilai-nilai kesopanan dan pentingnya penghormatan terhadap orang lain. Untuk mempertegas, kata “mantan” menunjukan seseorang (manusia), sedangkan kata “bekas” menunjukan suatu benda.

Kesimpulannya, penggunaan kata "mantan" dan "bekas" tergantung pada konteksnya. Kata "mantan" digunakan untuk menggambarkan hubungan asmara yang telah berakhir, sementara kata "bekas" lebih umum digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang telah usai atau tidak digunakan lagi. Sebagai manusia yang mengetahui sopan santun yang baik, kita harus bijak memilih situasi dan kondisi  dalam menggunakan kata “mantan” atau kata “bekass”. Sebab, apabila kita tidak dapat memilih konteks yang tepat, hal itu akan menimbulkan perdebatan serta percekcokan yang tidak perlu terjadi.

Memang pada kenyataannya, setiap orang merasa risih apabila disebut mantan. Mengapa demikian? Karena definisi kata “mantan” inilah yang banyak konotasinya. Seringkali orang memahami makna kata “mantan” hanya sebatas hubungan asmara yang sudah berakhir.

Hati terasa sakit dan merana apabila kita sudah dianggap sebagai mantan, termasuk juga mantan dalam arti yang luas, seperti mantan pejabat, mantan koruptor, mantan suami, dan mantan-mantan lainnya. Seakan dunia kiamat bila kita sudah dicap sebagai mantan yang tidak bisa move on, sementara “lawan mantan” tersebut sudah mempunyai kehidupan baru..

Dari pemikiran anak remaja, khususnya remaja akhir (usia anak SMA), sudah pasti kata “mantan” mengarah pada satu kisah asmara yang berakhir pilu, dan itu tidak dapat dipungkiri. Bagaimana dengan pemikiran gurunya? Mungkin pemikiran guru yang moderat akan menafsirkan kata “mantan” dalam pemahaman yang lebih umum dibandingkan dengan pemahaman para muridnya. Namun, untuk para guru muda, belum tentu pemikirannya sudah seumum kami, para orang tua. Sebab ilmu dan pengalamanlah  yang akan membedakan konsep serta pemahaman masing-masing tentang arti kata “mantan”.

Apa yang terjadi ketika kita harus bertemu dengan mantan? Menurut saya, jawabannya adalah menghindari sikap yang mencari perhatian. Artinya, sebagai mantan dalam konteks apapun, bersikaplah biasa saja, seolah tidak terjadi apa-apa di masa lalu. Jika kita memperlihatkan sikap yang arogan atau merajuk, hal itu justru memicu reaksi yang tidak diinginkan. Bersikaplah sewajarnya, apa adanya, tetap ramah dan tersenyum, seakan tidak pernah terjadi pertentangan. Sikap ini akan lebih baik untuk kesehatan diri kita, termasuk kesehatan mental spiritual, serta memudahkan kita dalam menerima kenyataan yang telah terjadi.

Tulisan ini saya akhiri dengan kata bijak: “Pada suatu saat, kita akan kembali menjadi orang asing bagi orang-orang tertentu, karena situasi dan kondisi yang telah berubah.” Dunia ini fana dan sementara saja, tidak perlu terlalu memikirkan hal-hal yang melekat pada diri kita. Sebab, pada akhirnya, kita akan kembali ke haribaan Sang Khalik untuk mempertangungjawabkan segala perbuatan diri sendiri. (EAS)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

FILSAFAT CINTA ── ERICH FROMM

  https://www.liputan6.com/feeds/read/5877045/teori-kepribadian-erich-fromm Tulisan ini akan saya awali dengan sebuah kalimat: ‘Love is an a...